HALSEL, MALUKU UTARA – Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dan Sultan Bacan ke-22 Dede Muhammad Irsyad Maulana Syah mengukuhkan Masjid Pertama Kesultanan Bacan di Desa Tahane Dauri, Kecamatan Makian, Rabu (19/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga jejak sejarah, adat, dan peradaban Islam Kesultanan Bacan yang telah tumbuh dan berkembang di wilayah Maluku Utara.
Tahane Dauri memiliki nilai historis bagi Kesultanan Bacan karena dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam perjalanan awal kesultanan dan perkembangan Islam di tanah Moloku Kie Raha.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pengukuhan Bobato Dunia dan Bobato Akhirat bersama perangkat adat Kesultanan Bacan. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali tatanan adat sekaligus mempererat hubungan antara kesultanan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Bassam menegaskan bahwa sejarah dan adat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga bersama. Ia mengajak masyarakat Tahane Dauri untuk merawat situs sejarah, mempertahankan nilai-nilai adat, serta memperkuat kehidupan keagamaan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Kita jangan sampai kehilangan identitas dan sejarah kita. Apa yang diwariskan para leluhur harus kita jaga, kita rawat dan kita teruskan kepada anak cucu. Pemerintah daerah tentu mendukung upaya pelestarian adat, sejarah dan budaya yang menjadi kekayaan Halmahera Selatan,” ujar Bassam.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Menurutnya, kekuatan adat dan budaya akan semakin berarti apabila berjalan seiring dengan semangat kebersamaan serta kehidupan sosial yang harmonis.
Sementara itu, Sultan Bacan mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan merawat warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat serta sejarah Kesultanan Bacan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bassam bersama Sultan Bacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kadaton Kutu atau Kadaton Kecil di Desa Tahane Dauri. Pembangunan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat pelestarian situs dan sejarah Kesultanan Bacan.
Rombongan kemudian meninjau bangunan Sekolah Dasar yang sebelumnya merupakan bekas Sekolah Rakyat (SR) peninggalan zaman Belanda.
Turut hadir sejumlah pimpinan OPD, camat, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Tahane Dauri.
Usai rangkaian kegiatan, Bupati Bassam bersama Wakil Bupati, Sultan Bacan dan rombongan melanjutkan agenda kerja ke Desa Mailowa, Kecamatan Pulau Makian. (Slm)
Editor : Alif
















