HALSEL, MALUKU UTARA – Pagi di Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Rabu (8/7/2026), terasa berbeda. Sekitar pukul 10.00 WIT, suara mesin alat berat memecah keheningan yang selama ini akrab dengan kehidupan masyarakat pesisir. Namun, kali ini suara itu bukan sekadar bunyi besi yang bekerja. Bagi warga, deru mesin tersebut adalah suara harapan yang akhirnya menjadi kenyataan.
Di sepanjang ruas jalan, masyarakat berbondong-bondong keluar dari rumah. Anak-anak berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Para orang tua berbincang sambil sesekali mengamati alat berat yang perlahan menghamparkan aspal hitam. Beberapa pemuda mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka, seolah tak ingin kehilangan sejarah kecil yang sedang terjadi di kampung halaman.
Di hadapan mereka, Asphalt Finisher, Tandem Roller, dan Pneumatic Tyred Roller bekerja tanpa henti. Sedikit demi sedikit, jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat berubah menjadi jalur yang lebih rapi dan nyaman dilalui.
Pekerjaan pengaspalan yang dimulai sejak 5 Juli 2026 itu merupakan bagian dari pembangunan jalan hotmix sepanjang sekitar empat kilometer di wilayah Kecamatan Kayoa dan Kecamatan Kayoa Utara.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Rencana pembangunan jalan hotmix di kawasan Kayoa memang telah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sepanjang tahun 2026.
Bagi masyarakat Kayoa, jalan bukan hanya soal infrastruktur. Jalan adalah penghubung menuju sekolah, pasar, puskesmas, pelabuhan, hingga akses untuk menjual hasil kebun dan tangkapan laut. Ketika jalan membaik, harapan akan kehidupan yang lebih sejahtera ikut tumbuh.
Di tengah keramaian itu, Om Suim, warga Desa Bajo, tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan senyum yang terus mengembang, ia menyampaikan rasa syukur atas pembangunan yang kini benar-benar hadir di kampungnya.
“Selama ini kami berharap jalan di daerah kami bisa diperbaiki. Alhamdulillah, sekarang harapan itu menjadi kenyataan. Atas nama masyarakat Desa Bajo, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang telah memperhatikan kami,” katanya.
Kalimat sederhana itu mewakili perasaan banyak warga yang selama ini menanti perubahan. Kini mereka percaya bahwa pembangunan bukan lagi sekadar janji, tetapi sesuatu yang dapat mereka lihat dan rasakan setiap hari.
Selama proses pengerjaan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIT, masyarakat hampir selalu hadir menyaksikan perkembangan pekerjaan. Ada yang membantu mengatur kendaraan agar tidak mengganggu pekerjaan, ada pula yang sekadar duduk di pinggir jalan menikmati perubahan yang perlahan terjadi di depan mata.
Bagi warga, jalan baru ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik seluruh masyarakat. Karena itu, mereka berkomitmen menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dinikmati hingga bertahun-tahun ke depan.
“Kami akan menjaga jalan ini sebaik mungkin karena ini adalah fasilitas pemerintah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Pulau Kayoa. Semoga Bupati Halsel selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan untuk terus melayani masyarakat. Semoga Allah menjaga kita semua. Amin,” tutur Om Suim.
Ketika matahari mulai condong ke barat, alat berat masih terus bekerja. Hamparan aspal hitam perlahan memanjang, menyambungkan satu titik ke titik lainnya. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya proyek pembangunan jalan. Namun bagi masyarakat Kayoa, hamparan aspal tersebut adalah simbol hadirnya pemerintah di tengah kehidupan mereka—membuka akses, menggerakkan ekonomi, dan menghubungkan harapan menuju masa depan yang lebih baik. (Red)
Editor : alif
















