HALSEL — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) hingga periode Januari–Agustus 2025 mencapai Rp175 miliar. Angka ini menunjukkan capaian positif di tengah upaya peningkatan kemandirian fiskal daerah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halsel, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa target awal PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp215 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp249 miliar lebih dalam APBD Perubahan 2025.
“PAD Halmahera Selatan saat ini telah terealisasi sebesar Rp175 miliar lebih dari target awal Rp215 miliar,” ujar Muhammad Nur saat ditemui, Rabu (8/10/2025).
Ia menerangkan, sumber utama PAD Halsel berasal dari pajak daerah dan retribusi, khususnya dari kegiatan usaha serta pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.
“Pendapatan kita didominasi oleh pajak, disusul retribusi. Polanya memang seperti itu setiap tahun,” jelasnya.
Meski capaian saat ini masih berada di kisaran 70 persen dari target akhir, pihaknya optimistis target PAD tahun 2025 sebesar Rp249 miliar lebih dapat tercapai bahkan terlampaui. Keyakinan itu didukung oleh kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terus menggenjot berbagai objek pendapatan daerah.
“Kalau melihat tren saat ini, kami optimis bisa melampaui target. OPD pengelola PAD masih terus menggarap potensi yang ada hingga akhir tahun,” ujarnya.
Muhammad Nur menambahkan, seluruh penerimaan dari pajak dan retribusi disetor langsung ke kas daerah, yang kemudian dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program pembangunan.
“Dana yang masuk ke kas daerah digunakan untuk mendukung sektor prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Karena itu uang masyarakat, maka dikembalikan dalam bentuk program pembangunan,” tandasnya. (red)
















