Dituding Abaikan Pasien, Kades Lemo-Lemo Beralasan: Air Surut Jadi Kendala

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Kades Lemo-Lemo.

Gambar : Kades Lemo-Lemo.

HALSEL, MALUKU UTARA — Kepala Desa Lemo-Lemo, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hamisi Taher, angkat bicara menanggapi tudingan bahwa dirinya bersama pemerintah desa mengabaikan pasien yang membutuhkan transportasi laut untuk berobat ke Babang.

Hamisi dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim tidak pernah menolak membantu pasien, melainkan menghadapi kendala kondisi air laut yang sedang surut sehingga perahu belum dapat diturunkan ke laut.

Dalam klarifikasinya, Senin (26/10/2026), Hamisi menceritakan bahwa persoalan bermula ketika seorang bidan yang disebutnya sebagai keponakannya datang membicarakan rencana membawa suaminya berobat ke Babang.

Saat itu, Hamisi mengaku sedang mempersiapkan pernikahan anaknya yang dijadwalkan berlangsung keesokan hari. Meski disibukkan dengan persiapan keluarga, ia menyatakan telah mempersilakan bidan tersebut menggunakan perahu beserta mesinnya.

“Silakan kalau mau mengantar suaminya. Ada bodi dan mesinnya, tetapi saat itu air sedang surut sehingga bodi belum bisa diturunkan ke laut,” ujar Hamisi.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sedang menunggu pengantaran tenda dari warga Desa Tawa untuk keperluan pernikahan tersebut. Karena tenda belum tiba hingga sore hari, Hamisi mengaku membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk mengambilnya menggunakan perahu milik warga Lemo-Lemo.

Hamisi kemudian mengaku kembali bertemu dengan bidan tersebut di warung miliknya saat membeli BBM. Menurut versinya, ketika ditanya mengenai rencana keberangkatan ke Babang, bidan itu menyampaikan bahwa perjalanan belum dilakukan dan direncanakan pada keesokan pagi karena hari sudah malam.

“Informasi yang beredar itu tidak benar karena tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Meski telah memberikan bantahan, persoalan ini belum dapat dinyatakan selesai hanya berdasarkan keterangan kepala desa. Sebab, inti persoalan bukan semata-mata ada atau tidaknya perahu, melainkan bagaimana upaya memastikan pasien memperoleh transportasi untuk mendapatkan pelayanan medis. (Slm)

Baca Juga :  Makian Barat Absen di Bupati Cup, Camat Ersan Ahmad Belum Buka Suara

Berita Terkait

Makian Barat Absen di Bupati Cup, Camat Ersan Ahmad Belum Buka Suara
Mobil DAMRI Diduga Angkut Kopra Pengusaha, Warga Tagih Ketegasan Pengelola
Kegiatan Morofest Rp1 Miliar Disorot, Ketua Panitia Bungkam, Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Steleng Jembatan Tagono–Mataketen Ambruk, Bupati Halsel Panggil Dinas Teknis untuk Evaluasi
Api Bertahan Hampir Sepekan, Bupati Halsel Tegaskan Pencegahan Karhutla Tanggung Jawab Bersama
Susun APBD 2027, Bupati Bassam Kasuba Ingatkan OPD Jangan Utamakan Kepentingan Sendiri
Ketua Kwarcab Halsel Apresiasi Pengurus Kwarran Kasiruta Timur, Target Pramuka Lebih Berprestasi
Miris! Pasien Butuh Transportasi Medis, Bodi Desa Lemo-Lemo Diduga Angkut Tenda Nikah Anak Kades

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:46 WITA

Dituding Abaikan Pasien, Kades Lemo-Lemo Beralasan: Air Surut Jadi Kendala

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:06 WITA

Makian Barat Absen di Bupati Cup, Camat Ersan Ahmad Belum Buka Suara

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:28 WITA

Mobil DAMRI Diduga Angkut Kopra Pengusaha, Warga Tagih Ketegasan Pengelola

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:39 WITA

Kegiatan Morofest Rp1 Miliar Disorot, Ketua Panitia Bungkam, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:21 WITA

Steleng Jembatan Tagono–Mataketen Ambruk, Bupati Halsel Panggil Dinas Teknis untuk Evaluasi

Berita Terbaru

Gambar : Istimewa

Berita Terkini

Makian Barat Absen di Bupati Cup, Camat Ersan Ahmad Belum Buka Suara

Senin, 26 Okt 2026 - 19:06 WITA