HALSEL, SibelaNews.id – Wakil Bupati terpilih Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri undang yang diundang oleh Generasi Muda Kesultanan Bacan (Gema Suba) untuk menghadiri pembukaan Sejuta Hikmah Ramadhan 1442 H (Sahara 4) dengan tema “Mengembangkan Generasi Muda yang Beradab dan Beratorang” bertempat Halaman Kantor Pendidikan, jln. Sultan Oesman Sjah, Desa Labuha, Kecamatan Bacan. Senin (19/04/2021)
Wakil Bupati terpilih Halsel mengucapkan terima kasih kepada Generasi Muda Kesultanan Bacan (Gema Suba) yang melaksanakan beliau (Bassam Kasuba) dalam acara ini, dalam keadaan kita berpuasa.
Bassam Kasuba juga mengingatkan generasi muda terutama anak muda (Gema Suba) ditantang untuk menata diri agar tetap eksis dan menjadi pemenang di era disrupsi akibat revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19 di masa datang.
“Saat ini kita berada di era disrupsi dengan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan teknologi. Di saat yang sama pandemi Covid-19 melanda dunia, yang juga menuntut perubahan norma,” kata Wakil Bupati Terpilih Halsel
Anak Sulung Dr. H Muhammad Kasuba itu, mengajak para anak muda mengenali apa yang akan dihadapi agar mampu mengatasi berbagai tantangan tersebut di tengah disrupsi akibat revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi Covid-19.
“Melihat berbagai perubahan itu, generasi muda (Gema Suba) harus segera mengenali apa yang akan dihadapi di masa datang, untuk kemudian mempersiapkan diri untuk menjawab tantangan tersebut,” pungkasnya
Terlepas dari itu Bassam Kasuba mengatakan bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa, bulan kelembutan hati, dan bulan saat doa-doa mudah dikabulkan. Manakala musibah melanda suatu tempat, akan mempercepat proses doa dari tempat tersebut dikabulkan.
“Berarti ini (Ramadhan) sangat bagus untuk kita berdoa,” ujarnya.
Ramadhan artinya membakar hangus. Maka berdoa dan memohonlah kepada Allah SWT supaya membakar hangus dosa-dosa dari masa lalu, sekaligus membakar hangus atau membersihkan Covid-19 yang masih berkeliaran di sekitar yang mengganggu manusia menjadi seorang hamba dan khalifah.
Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan Covid-19. Supaya manusia bisa leluasa menjalankan tanggung jawabnya sebagai hamba dan khalifah di muka bumi. Ramadhan ini dijadikan bulan instorspeksi. Sebab sebuah musibah yang datang tidak terlepas dari tangan-tangan jahil manusia.
“Mungkin ada yang overload atau over maskulin di dalam menjalankan fungsi kekhalifahannya, sehingga alam ini menjadi rusak dan akibat rusaknya alam itu munculah berbagai macam musibah, bukan hanya Covid-19 tapi ada musibah yang lain, iklim yang tidak menentu, banjir, gempa bumi, seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” jelasnya.
Untuk itu, ia (Bassam Kasuba) mengingatkan, bulan Ramadhan adalah bulan instrospeksi. Mudah-mudahan sudah cukup semua cobaan yang diberikan Allah SWT kepada kita. Insya Allah, nanti akan tiba situasi yang mudah untuk menjalankan tugas kehambaan. (Lif/Red)
















