JAKARTA, SibelaNews.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tagline “Terus Melayani Dan Membela Rakyat”. Rakernas PKS digelar 3 hari, 16 – 18 Maret di Birawa Hall Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan. Pembukaan Rakernas dilaksanakan Selasa malam (16/03/2021).
Sejumlah petinggi partai dakwah ini menghadiri Rakernas, yakni Presiden PKS, H Ahmad Syaikhu, Ketua Majelis Syuro PKS – Dr. H. Habib Salim Segaf AlJufri, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS – DR. Ir. Suswono, M.MA, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) – DR. KH. Surahman Hidayat, M.A serta Sekretaris Jenderal DPP PKS – Habib Aboe Bakar Al-Habsyi Sekretaris Jenderal.
Perhelatan Rakernas juga dihadiri oleh Ketua – Ketua Bidang dan Badan DPP PKS, Ketua Bidang Pembinaan Wilayah PKS Se-Indonesia dan Ketua Dewan Pengurus (DPW) PKS dari 34 propinsi Se-Indonesia.
Saat melakukan registrasi di tempat kegiatan, Peserta Rakernas langsung mengikuti protokol kesehatan cukup ketat. Setiap peserta Rakernas wajib mengikuti Swab Tes dan mematuhi anjuran 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga jarak). Sambil menunggu hasil swab test, peserta Rakernas diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri di kamar masing-masing. Peserta yang hasil Swab Test-ya negatif, diberi gelang oranye oleh panitia serta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Rakernas hingga selesai.
Dalam acara Pembukaan Rakernas, Ketua Majelis Syuro PKS – Dr. H. Habib Salim Segaf Al-Jufri, M.A. mengarahkan serta memberikan arahan Politik. Ia menyebut, rangkaian Rakernas telah berjalan selama 18 hari. Dirinya berharap Rakernas PKS menghasilkan ide dan gagasan untuk memperkuat khidmat PKS bagi rakyat Indonesia.
“Ingin saya sampaikan bahwa, Rakernas kali ini berbeda Rakernas yang pernah dilakukan sebelumnya. Rangkaian rakernas tahun 2021 berjalan selama 18 hari. Sejak tanggal 1 hingga 18 Maret. Rangkaian Rakernas terpanjang dalam sejarah PKS. Ini kita lakukan untuk memformulasi ide dan gagasan PKS dalam membangun Indonesia. Serta memperkuat pelayanan dan membela rakyat”, ucapnya di hadapan Pengurus inti DPP PKS.
DR Salim menandaskan, kewajiban mensejahterakan rakyat telah dicontohkan oleh negera seperti Turki. Seharusnya di Indonesia, juga dapat melakukannya.
Ia mencontohkan, setahun lalu kejadian di Izmir, Turki. Gempa, meninggal tidak sampai 50 orang. Dalam waktu setahun, Izmir dapat dibangun kembali dengan pondasi yang lebih baik. “Jika negara lain bisa kenapa kita tidak? Kita juga harus mampu”, DR Salim menyemangati.
Habib menegaskan, membuat rakyat bahagia adalah kewajiban negara, Beliau mengulang ungkapan manis yang menyentuh dari Presiden Turky, Recep Tayyip Erdogan yakni Negara tidak akan bahagia sampai rakyat bahagia. Negara adalah ayah dan rakyat adalah anak-anaknya. Tidak mungkin seorang ayah menyia-nyiakan anaknya.
“Maka orang-orang tua kita memberi definisi negara adalah seorang ayah atau bapak.Tidak mungkin seorang ayah melantarkan dan menyengsarakan anak-anaknya”, DR Salim mengingatkan.
Ketua Majelis Syuro PKS ini menginstuksikan tiga poin pelayan masyarakat, kepada seluruh Kader PKS, dari Gubernur, Bupat/Walikota se-indonesia agar meniru keteladanan Rasulullah SAW.
“Pertama pelayanan dengan fikiran. Kedua Pelayanan dengan hati dan yang ketiga, pelayanan dengan tangan”, tandasnya.
DR Salim mengurai, pelayanan dengan hati haruslah didasari dengan kekuatan keikhlasan. Keikhlasan tersebut juga diikuti dengan kekuatan gagasan.
“Kita memiliki 50 Anggota DPR RI, 1.219 anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota. Jika semuanya berjuang dengan ide dan gagasan di lembaga legislatif untuk mengawal dan memperjuangkan kepentingan rakyat, maka bayangkan manfaat yang diperoleh rakyat”, tegasnya.
Pelayanan Tangan lanjut DR Salim, adalah peran eksekutif dan legislatif. Bagus, sesekali menginap di rumah masyarakat. Tampung aspirasi mereka, buat mereka saling tolong menolong. “PKS harus terdepan dalam membantu korban bencana, pertahankan. Kalau perlu buat Satgas, tim gerak cepat”, instruksi DR Salim. (***Red)
















