HALSEL — Penyaluran Dana Desa (DD) tahap II di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) hingga September 2025 belum sepenuhnya rampung. Dari total 249 desa, baru 192 desa yang mencairkan dana, sementara 57 desa lainnya masih tertahan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halsel, Muhammad Nur, mengungkapkan bahwa total Dana Desa yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Halsel tahun ini mencapai Rp212 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp187 miliar atau 88 persen sudah tersalurkan ke rekening desa.
“Untuk tahap II baru 192 desa yang sudah mencairkan. Masih ada 57 desa yang belum mengajukan pencairan. Sedangkan tahap I sudah selesai 100 persen untuk seluruh desa,” ujar Muhammad Nur, Senin (15/9/2025).
Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan sebagian desa disebabkan oleh belum lengkapnya dokumen administrasi, khususnya laporan realisasi tahap pertama dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
“Kalau laporan realisasi tahap pertama dan LPJ sudah lengkap serta diverifikasi oleh DPMD, maka rekomendasi bisa diterbitkan. Setelah itu baru kami proses melalui aplikasi OMSPAN TKD untuk penerbitan SP2D,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong pemerintah desa untuk segera melengkapi dokumen agar pencairan tahap II bisa tuntas sebelum akhir tahun anggaran. (red)
















