HALSEL, MALUKU UTARA — Kelangkaan semen mulai dirasakan masyarakat di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Dalam hampir sepekan terakhir, stok semen di sejumlah toko bangunan dilaporkan menipis bahkan kosong, sementara harga jual mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut membuat warga yang membutuhkan semen untuk pembangunan harus berpindah dari satu toko ke toko lainnya untuk mencari persediaan. Pasokan dari distributor juga disebut belum kembali normal.
Nasir, salah seorang warga, mengatakan kelangkaan semen mulai mengganggu kebutuhan masyarakat, terutama warga yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan.
“Sejumlah toko sudah kosong. Distributor juga disebut tidak memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Nasir.
Keterbatasan pasokan turut berdampak terhadap harga jual. Semen yang sebelumnya berada di kisaran Rp60.000 per sak, kini di sejumlah tempat disebut telah mencapai Rp80.000 per sak.
Kenaikan sekitar Rp20.000 per sak tersebut dinilai cukup membebani masyarakat, khususnya mereka yang membeli semen dalam jumlah besar. Pelaku usaha konstruksi juga berpotensi terdampak apabila kondisi pasokan tidak segera kembali normal.
Selain harga yang meningkat, kelangkaan stok dikhawatirkan menghambat pekerjaan pembangunan di wilayah Halsel. Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tersendatnya pasokan serta mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan bahan bangunan di pasaran.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Halsel, Agus Heryawan, mengatakan pihaknya akan turun langsung mengecek kondisi tersebut.
“Kami akan melakukan pengecekan dan turun langsung ke toko-toko penjualan bahan bangunan untuk memastikan apa kendalanya,” kata Agus saat dikonfirmasi SIBELANEWS.ID, Kamis (24/9/2026).
Menurut Agus, kelangkaan tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari pemasok. Namun, pihaknya masih akan melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi stok maupun perkembangan harga di tingkat pedagang.
“Kemungkinan kurangnya pemasok sehingga menyebabkan kelangkaan bahan seperti semen di Halsel. Kami akan melakukan upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengetahui titik persoalan distribusi, baik pada tingkat pemasok, distributor maupun pedagang. Langkah tersebut diperlukan agar kelangkaan tidak berlangsung lebih lama dan kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat serta pelaku usaha konstruksi di Halsel. (Slm)
Editor : Alif
















