Stok Menipis, Harga Semen di Labuha Tembus Rp80 Ribu

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Ilustrasi

Gambar : Ilustrasi

HALSEL, MALUKU UTARA — Kelangkaan semen mulai dirasakan masyarakat di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Dalam hampir sepekan terakhir, stok semen di sejumlah toko bangunan dilaporkan menipis bahkan kosong, sementara harga jual mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut membuat warga yang membutuhkan semen untuk pembangunan harus berpindah dari satu toko ke toko lainnya untuk mencari persediaan. Pasokan dari distributor juga disebut belum kembali normal.

Nasir, salah seorang warga, mengatakan kelangkaan semen mulai mengganggu kebutuhan masyarakat, terutama warga yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan.

“Sejumlah toko sudah kosong. Distributor juga disebut tidak memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Nasir.

Keterbatasan pasokan turut berdampak terhadap harga jual. Semen yang sebelumnya berada di kisaran Rp60.000 per sak, kini di sejumlah tempat disebut telah mencapai Rp80.000 per sak.

Kenaikan sekitar Rp20.000 per sak tersebut dinilai cukup membebani masyarakat, khususnya mereka yang membeli semen dalam jumlah besar. Pelaku usaha konstruksi juga berpotensi terdampak apabila kondisi pasokan tidak segera kembali normal.

Selain harga yang meningkat, kelangkaan stok dikhawatirkan menghambat pekerjaan pembangunan di wilayah Halsel. Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tersendatnya pasokan serta mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan bahan bangunan di pasaran.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Halsel, Agus Heryawan, mengatakan pihaknya akan turun langsung mengecek kondisi tersebut.

“Kami akan melakukan pengecekan dan turun langsung ke toko-toko penjualan bahan bangunan untuk memastikan apa kendalanya,” kata Agus saat dikonfirmasi SIBELANEWS.ID, Kamis (24/9/2026).

Menurut Agus, kelangkaan tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari pemasok. Namun, pihaknya masih akan melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi stok maupun perkembangan harga di tingkat pedagang.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Ahli Waris Hentikan Aktivitas PT IWIP, Desak Hak Lahan 7 Hektare Diselesaikan

“Kemungkinan kurangnya pemasok sehingga menyebabkan kelangkaan bahan seperti semen di Halsel. Kami akan melakukan upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengetahui titik persoalan distribusi, baik pada tingkat pemasok, distributor maupun pedagang. Langkah tersebut diperlukan agar kelangkaan tidak berlangsung lebih lama dan kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat serta pelaku usaha konstruksi di Halsel. (Slm)

Editor : Alif

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI di Halsel, Bupati Bassam dan Wabup Helmi Tekankan Sinergi Bersama Rakyat
Bupati Bassam Kasuba Buka FGD RDTR dan KLHS, Dorong Tata Ruang Halsel Lebih Terarah
Widi Punya Pesona Kelas Dunia, Ahmad Ukin Dorong Jadi Destinasi Ekowisata Halsel
Kuasa Hukum Ahli Waris Hentikan Aktivitas PT IWIP, Desak Hak Lahan 7 Hektare Diselesaikan
Hormati Sejarah Kesultanan Bacan, Nama Bandara Labuha Diusul Jadi Sultan Oesman Shadiq
Bapenda Halsel Perkuat Pendataan Pajak, Sarjan Jafar Serahkan SPPT PBB-P2 2026
Wabup Helmi Sampaikan Dua Ranperda di Paripurna, Regulasi Bank dan Pilkades Jadi Fokus
Gane Luar Mulai Berbenah, Panitia Lokal MTQ XXXII 2027 Resmi Bergerak

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:10 WITA

HUT ke-81 TNI di Halsel, Bupati Bassam dan Wabup Helmi Tekankan Sinergi Bersama Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:29 WITA

Bupati Bassam Kasuba Buka FGD RDTR dan KLHS, Dorong Tata Ruang Halsel Lebih Terarah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:53 WITA

Widi Punya Pesona Kelas Dunia, Ahmad Ukin Dorong Jadi Destinasi Ekowisata Halsel

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:22 WITA

Kuasa Hukum Ahli Waris Hentikan Aktivitas PT IWIP, Desak Hak Lahan 7 Hektare Diselesaikan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:24 WITA

Hormati Sejarah Kesultanan Bacan, Nama Bandara Labuha Diusul Jadi Sultan Oesman Shadiq

Berita Terbaru