HALSEL, MALUKU UTARA – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada tahun anggaran 2025 mencapai 97 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp17,298 miliar.
Hal tersebut disampaikan Bendahara Keuangan Kesra, Nur Ain, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026). Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh program dan subkegiatan yang direncanakan pada tahun 2025 telah terealisasi dengan baik.
“Serapan anggaran Kesra tahun 2025 mencapai 97 persen dari total pagu Rp17,298 miliar,” ujar Nur Ain.
Ia merinci, dari total anggaran tersebut terdapat tiga subkegiatan utama. Pertama, fasilitasi pengelolaan spiritual dengan pagu anggaran sebesar Rp12.536.364.400, dan terealisasi sebesar Rp12.186.426.713.
Kedua, kesejahteraan sosial dengan total pagu anggaran Rp2.244.594.000, dengan realisasi mencapai Rp2.235.999.469.
Ketiga, subkegiatan pelaksanaan kebijakan evaluasi dan pencapaian kinerja kesejahteraan masyarakat, dengan pagu anggaran Rp2.517.400.000, dan realisasi sebesar Rp2.439.671.000.
Selain itu, Nur Ain menambahkan bahwa bantuan sosial (bansos) individu, yang mencakup bansos pendidikan dan bansos kesehatan, telah terealisasi hampir 100 persen dari total anggaran Rp650 juta, dengan realisasi sebesar Rp649.350.000.
Untuk bansos pendidikan, tercatat sebanyak 90 penerima pada tahun 2025 yang tersebar di 54 desadari total 249 desa di Kabupaten Halmahera Selatan. Sementara itu, 152 desa lainnya belum tersentuh bantuan.
“Dari 30 kecamatan di Halmahera Selatan, sudah ada 28 kecamatan yang menerima manfaat bansos, sementara dua kecamatan lainnya belum,” jelasnya.
Ia menegaskan, secara keseluruhan dari tiga subkegiatan utama Kesra pada tahun anggaran 2025, realisasi anggaran telah mencapai 97 persen. (slm)
Editor : alif
















