HALSEL, MALUKU UTARA — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Alsa’adah Bassam, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual.
Pesan tersebut disampaikan Rifa’at saat menghadiri sekaligus menjadi pemateri dalam sosialisasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) bertema “Peran Keluarga dalam Upaya Melindungi Anak dari Ancaman Kekerasan Seksual” di Kantor Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Jumat (2/10/2026) sore.
Di hadapan para ibu dan masyarakat, Rifa’at mengajak keluarga menjadikan rumah sebagai tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan rasa aman, kasih sayang dan perlindungan.
Menurutnya, perhatian serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kekerasan.
“Keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk merasa aman, didengar dan mendapatkan kasih sayang. Perhatian dari keluarga sangat penting agar anak tidak mencari kasih sayang dan perlindungan dari lingkungan yang salah,” ujar Rifa’at.
Ia menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Pengabaian, ucapan yang menyakiti perasaan, maupun perlakuan yang merugikan perempuan dan anak juga perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak, membiasakan penggunaan kata-kata yang lembut, mendengarkan keluhan anak serta memberikan perhatian secara konsisten.
Rifa’at juga mendorong para ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan melalui majelis taklim maupun kegiatan pemberdayaan keluarga. Menurutnya, membangun keluarga harmonis membutuhkan kasih sayang sekaligus kemauan untuk terus belajar dan saling memahami.

Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak memilih diam ketika mengetahui maupun mengalami kekerasan. Keberanian untuk melapor dinilai penting agar kasus dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Halsel, Karima Nasarudin, sebagai pemateri II, serta Ketua LSM Peduli Perempuan dan Anak Halsel, Hj. Nurjana Ishak, sebagai pemateri III.
Turut hadir para kader PKK, pengurus majelis taklim serta masyarakat Desa Tuwokona. Sebelumnya, Kepala Desa Tuwokona, Nursanti Awal, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut Nursanti, keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter sekaligus memberikan perlindungan kepada anak. Ia juga menyoroti tantangan orang tua di tengah perkembangan teknologi. Kedekatan anak dengan telepon genggam dan berbagai informasi di internet, kata dia, harus diimbangi dengan pengawasan, perhatian dan komunikasi yang baik dari orang tua.
“Jangan sampai anak lebih banyak mendapatkan perhatian dari lingkungan luar daripada dari keluarganya sendiri,” pesannya.
Nursanti menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan sebelum kekerasan terjadi. Pemerintah desa, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Melalui sosialisasi tersebut, TP PKK Halsel bersama Pemerintah Desa Tuwokona mendorong penguatan peran keluarga sebagai langkah awal perlindungan anak.
Komunikasi yang terbuka, perhatian yang cukup serta keberanian untuk mencegah dan melaporkan kekerasan diharapkan mampu menjadikan Desa Tuwokona sebagai lingkungan yang semakin aman, harmonis dan ramah bagi anak. (Slm)
Editor : Alif
















