HALSEL — Dalam upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi di kalangan warga binaan pemasyarakatan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah menghadirkan layanan perpustakaan keliling di Lapas Kelas III Labuha. Program literasi ini menyediakan berbagai jenis buku untuk dibaca langsung maupun dipinjam oleh warga binaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Halsel, Muhammad Nasir Silia, didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Udin Umar, serta dihadiri Kepala Lapas Kelas III Labuha Jumadi, para pegawai lapas, dan ratusan warga binaan. Acara berlangsung di pendopo Lapas, Kamis (04/12/2025).
Program ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan untuk memberikan akses pengetahuan, keterampilan, serta wawasan baru yang bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Mobil perpustakaan keliling yang membawa beragam koleksi buku disambut antusias. Para warga binaan tampak bersemangat memilih buku—mulai dari agama, motivasi, keterampilan, pertanian, perikanan, hukum, hingga fiksi populer.
“Raga mereka memang terpenjara, tetapi tidak dengan jiwanya. Mereka tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi, motivasi, serta mengasah pengetahuan dan religiusitas, meski berada di balik jeruji,” ujar Muh. Nasir Silia di sela kegiatan.
Mantan Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Halsel ini menegaskan bahwa lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan dan rehabilitasi agar warga binaan dapat kembali menjadi pribadi yang produktif dan berkarakter.
“Pendidikan dan literasi adalah instrumen penting dalam proses pembinaan ini,” lanjutnya.

Nasir menambahkan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah saat ini terus meningkatkan gairah literasi di berbagai wilayah, mulai dari sekolah, desa, hingga lapas. Tidak hanya menghadirkan perpustakaan keliling, pihaknya juga memberi kesempatan bagi warga binaan untuk meminjam buku setiap hari. Kunjungan akan dilakukan secara rutin.
“Sinergi dengan Lapas Kelas III Labuha adalah langkah luar biasa untuk memastikan layanan literasi merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya seraya berharap warga binaan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Labuha Jumadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Halsel melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mendukung pembinaan intelektual warga binaan,” ujar Jumadi.
Mantan Kasi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun itu berharap program literasi ini memberi dampak positif bagi proses reintegrasi sosial warga binaan setelah mereka bebas nanti. Ia juga mengusulkan adanya ruang pojok baca di dalam lapas agar kegiatan membaca dapat dilakukan setiap hari.
“Dengan membaca, pikiran negatif bisa berkurang. Kami berkomitmen memberikan pembinaan menyeluruh, baik aspek keterampilan, spiritual, maupun intelektual,” tandasnya.
Salah satu warga binaan, Iron, mewakili rekan-rekannya mengungkapkan rasa senang karena kembali dapat mengakses buku bacaan berkat hadirnya perpustakaan keliling. (red)
(alif)
















