TERNATE, SibelaNews.id – Untuk memperingati wafatnya Alm. Kiyai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang jatuh pada 30 Desember, maka Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sastra Unkhair Sastra sukses mengelar dialog, dengan tema: “Gus Dur dan Intoleransi di Indonesia”, di Graha IKA PMII Maluku Utara, letak Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Rabu (23/12/2020) pukul 08.30 wit
Sukri saat dikonfirmasi sebagai kordinator kegiatan mengatakan kegiatan memiliki beberapa tujuan yaitu, untuk mengenang wafatnya Gus Dur karena, Desember dikenal sebagai bulan Gus Dur. Membangun kesadaran akan pemahaman Gus Dur dilintas anak muda Nahdliyin.
“Mengali nilai-nilai yang dibangun Gus Dur melalui 9 prinsip dasar (nilai ketuhanan, kemanusiaan, kesatriaan, dll). dan Mendorong anak muda Nahdiyin (sahabat/i) PMII agar tidak melek literasi soal Gus Dur” kata Sukri
Lanjutnya, “Jadi ini kegiatan pertama rayon yang paling istimewa. Menghadirkan pemantik sahabat Sunaidin Ode Mulae (Sekretaris IKA PMII Maluku Utara) dan Yusri A. Boko (Mabinkom PMII Komisariat STKIP Kie Raha)” ungkap
Sukri bilang, Sudut pandang terhadap Gus Dur dibilang sangat luar biasa, satu yang disimpulkan oleh kedua pemantik adalah bahwa Gus Dur merupakan ulama, filosofi, pluralis, multikulturalisme, sosok pembelajar dan sahabat bagi semua manusia. Gus Dur juga diuraikan sebagai Presiden pertama yang mampu merubah tatanan politik di Indonesia. Terutama Gus Dur berhadapan dengan Soeharto yang berdiri dengan tiga kekuatan utama, yakni Abri, Birokrasi dan Golkar (ABG).
“Dalam konteks intoleransi, Gus Dur berupaya untuk mencegah berbagai macam konflik di Indonesia. Salah satunya, dengan berdiri ditengah dan pintar membaca alur konflik, misalnya konflik 1984 (tanjung priuk), pembubaran Ahmadiyah dan open letter Gus Dur untuk Paulus dan negara msyoritas kristen di dunia untuk menjaga perdamaian” ucapnya Sukri
Diskusi ini juga diikuti oleh Gus Durian Kota Ternate. Sahabat/i dimasing-masing komisariat dan tak luput juga hadir sahabat/i PMII Babullah. Diskusi ini memiliki durasi waktu yang lama karena peserta diberikan waktu yang besar, namanya juga diskusi. (red)
















