HALSEL, MALUKU UTARA — Prestasi membanggakan ditorehkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Obi Mayor pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Usia Berjenjang Piala Gubernur Maluku Utara. Meski baru pertama kali tampil di ajang tingkat provinsi, SSB Obi Mayor berhasil menembus partai final dan keluar sebagai juara II, Jumat 11 September 2026.
Turnamen yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara tersebut berlangsung di Lapangan GOR Ake Kolano. Pada kategori usia 17 tahun, SSB Obi Mayor bersaing dengan 22 tim untuk memperebutkan gelar juara.
Perjalanan SSB Obi Mayor terbilang impresif. Setelah melewati sejumlah pertandingan dan fase kompetisi, tim asal Halmahera Selatan itu berhasil mengamankan tiket semifinal.
Di babak empat besar, SSB Obi Mayor berhadapan dengan Persiter Ternate. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. SSB Obi Mayor tampil tenang dan berhasil memastikan kemenangan sekaligus melaju ke partai final.
Meski sempat menghadapi proses protes dari pihak Persiter Ternate, langkah SSB Obi Mayor ke final tetap berlanjut setelah proses tersebut tidak menghentikan perjuangan tim Halsel.
Di partai puncak, SSB Obi Mayor menghadapi tim SKO Sofifi. Bermodalkan tekad dan semangat juang, anak-anak Obi Mayor tetap memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan SKO Sofifi.
Hasil tersebut menempatkan SSB Obi Mayor sebagai runner-up atau juara II Kejurda Usia Berjenjang Piala Gubernur Maluku Utara.
Ketua PSSI Halmahera Selatan, Suhdan Kasuba, SP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan SSB Obi Mayor menjadi bukti bahwa talenta sepak bola dari Halmahera Selatan mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Atas nama Ketua PSSI Halmahera Selatan, saya memberikan support dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SSB Obi Mayor bersama tim pelatih Coach Jufri Laeni dan Coach Jufri Alimuddin. Ini merupakan prestasi luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan sepak bola usia dini yang dilakukan secara konsisten. Ia meminta para pemain dan pelatih tidak cepat berpuas diri, tetapi terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat pembinaan usia muda.
“Tetap semangat dalam melakukan pembinaan usia dini, karena kemenangan hari ini merupakan buah dari hasil proses perjuangan pembinaan usia dini. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Suhdan Kasuba menegaskan, PSSI Halsel akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sepak bola usia dini di daerah. Ia menyebut kemajuan sepak bola tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak.
“Kami akan tetap konsisten dalam mendukung pembinaan usia dini di Kabupaten Halmahera Selatan. Kami yakin kemajuan sepak bola tidak semudah yang dibayangkan, tetapi membutuhkan proses,” tegasnya.
Karena itu, PSSI Halmahera Selatan mengajak pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk bersama-sama memperkuat pembinaan sepak bola dan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan minat serta bakat mereka.
“Oleh karena itu, kami PSSI Halmahera Selatan mengajak semua stakeholder, baik pemerintah daerah maupun pihak swasta, mari bersama-sama kita bangkitkan dan gelorakan sepak bola di Halmahera Selatan sebagai wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda Halmahera Selatan,” pungkasnya. (**)
Editor : Alif
















