Karhutla Kepung Obi dan Soligi, Harita Nickel Bersama Pemerintah dan Warga Bergerak

Minggu, 18 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

HALSEL, MALUKU UTARA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lima desa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yakni Desa Baru, Akegula, Buton, Laiwui, dan Jikotamo. Kebakaran juga terjadi di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, pada 17 Oktober 2026.

Penanganan karhutla melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, aparat keamanan, serta dukungan operasional Harita Nickel. Namun, keterbatasan air dan medan hutan yang terjal menjadi kendala dalam upaya pemadaman.

Camat Obi, Ali Lajarahia, mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama perusahaan dan berbagai unsur terkait.

“Setelah dilakukan rapat koordinasi lintas sektor dan perusahaan, proses penanganan langsung dilakukan. Memang ada beberapa kendala dalam proses penanganan, yakni ketersediaan air untuk pemadaman dan lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan dengan medan terjal sehingga petugas mengalami kesulitan,” kata Ali.

Menurutnya, penanganan karhutla telah berlangsung sekitar tujuh hari. Selain menghadapi kendala teknis, kebakaran juga berdampak pada lingkungan permukiman karena kabut asap menyelimuti sejumlah desa di Kecamatan Obi.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Ali menyebut penanganan karhutla secara bersama-sama telah berlangsung sekitar tujuh hari. Dalam upaya tersebut, Harita Nickel memberikan dukungan operasional berupa dua drum bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat yang berfungsi memutus meluasnya kobaran api.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Karhutla Kecamatan Obi, Kapten Inf. Amin Tomia, mengungkapkan tiga titik awal api telah diidentifikasi, masing-masing satu titik di wilayah Desa Baru dan dua titik di Desa Buton.

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti karena titik-titik awal api berada di kawasan hutan.

Baca Juga :  Laporan Penganiayaan Sejak Juli Tak Jelas, Kuasa Hukum Desak Kapolres Halut Evaluasi Kapolsek Tobsel

Amin mengatakan koordinasi antarunsur terus dilakukan untuk mendukung proses penanganan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan saat beraktivitas di sekitar rumah maupun kebun.

Selain di Kecamatan Obi, kebakaran juga terjadi di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, pada 17 Oktober 2026. Penanganan di lokasi ini melibatkan Pemerintah Desa Soligi, masyarakat, dan Harita Nickel.

Sebelumnya, kebakaran turut terjadi di Desa Kawasi, Kecamatan Obi. Menanggapi kejadian tersebut, Harita Nickel mengerahkan Crisis Management Team (CMT) untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menangani kebakaran yang kembali muncul di sekitar tempat pembuangan sampah.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, dan pihak perusahaan dalam menangani karhutla di wilayah Obi dan sekitarnya.

Di tengah keterbatasan air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, dukungan operasional serta kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan dan pencegahan kebakaran agar tidak meluas. (**)

Berita Terkait

Geger! Polisi Sita Sinte 0,79 Gram di Bacan, 68 Klip Plastik Ikut Diamankan
Jembatan Tagono Rp970 Juta Ambruk, Irawan Desak Kadishub Dievaluasi dan Kontraktor Di-blacklist
Laporan Penganiayaan Sejak Juli Tak Jelas, Kuasa Hukum Desak Kapolres Halut Evaluasi Kapolsek Tobsel
Delapan Pool Sudah Terbentuk, Nasib Bupati Cup Halsel 2026 Masih Menunggu Izin Polisi
Di Tengah Duka Korban Kebakaran, Pemda Halsel Hadir Membawa Bantuan
Hari Santri 2026, Helmi Ajak Santri Halsel Kuasai Teknologi dan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
Bupati Bassam Kasuba Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Masyarakat Halsel
Steleng Ambruk, Pekerja Tertimpa Kayu! Proyek Jembatan Tagono Dituntut Dievaluasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Geger! Polisi Sita Sinte 0,79 Gram di Bacan, 68 Klip Plastik Ikut Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:14 WITA

Jembatan Tagono Rp970 Juta Ambruk, Irawan Desak Kadishub Dievaluasi dan Kontraktor Di-blacklist

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:03 WITA

Laporan Penganiayaan Sejak Juli Tak Jelas, Kuasa Hukum Desak Kapolres Halut Evaluasi Kapolsek Tobsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:51 WITA

Delapan Pool Sudah Terbentuk, Nasib Bupati Cup Halsel 2026 Masih Menunggu Izin Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:44 WITA

Di Tengah Duka Korban Kebakaran, Pemda Halsel Hadir Membawa Bantuan

Berita Terbaru

Gambar : Istimewa

Berita Utama

Di Tengah Duka Korban Kebakaran, Pemda Halsel Hadir Membawa Bantuan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:44 WITA