HALSEL, MALUKU UTARA — Pelatihan kerja tidak boleh berhenti pada sertifikat. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mendorong agar keterampilan yang diperoleh warga benar-benar menjadi modal untuk bekerja, membuka usaha, dan menciptakan sumber penghasilan.
Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi Disnakertrans Halsel dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate dalam pelaksanaan program pelatihan bagi masyarakat.
Kepala Disnakertrans Halsel, Dr. Daud Djubedi, S.H., LL.M., mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar lebih produktif, mandiri, dan mampu menangkap peluang ekonomi yang tersedia.
“Pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk membangun masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi unggulan lokal,” kata Daud kepada media ini, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, materi pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Dengan begitu, peserta tidak sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.
Daud menegaskan, keberhasilan sebuah program pelatihan tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta maupun selesainya kegiatan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keterampilan tersebut dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, atau menciptakan pendapatan baru.
“Potensi sumber daya manusia harus terus dioptimalkan agar masyarakat mampu menjadi pelaku usaha dan tenaga kerja yang kompetitif,” ujarnya.
Ia menyebut Halsel memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga usaha berbasis sumber daya lokal. Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat dengan keterampilan dan inovasi agar masyarakat tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah.
Karena itu, kerja sama dengan BPVP Ternate diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan menjadi bekal bagi warga untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri sesuai potensi di wilayah masing-masing.
Daud berharap program pelatihan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan materi yang terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan karakteristik potensi daerah. “Dari potensi lokal, kita wujudkan kualitas global,” pungkasnya. (Slm)
Editor : Alif
















