HALSEL, MALUKU UTARA – Universitas Nurul Hasan (UNSAN) Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mendapat undangan resmi untuk menghadiri pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara pada 15 Januari 2026.
Undangan tersebut tertuang dalam surat bernomor 0013/B/KS.11/2026 perihal Taklimat dan Dialog Presiden RI bersama Pimpinan Perguruan Tinggi dalam rangka penguatan peran perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat. Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih, celana atau rok hitam, serta jas perguruan tinggi. Tercatat sebanyak 228 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Rektor Universitas Nurul Hasan Bacan, Yudi Eka Prasetya, saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu (10/1/2026), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan Presiden RI.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI. UNSAN Bacan menjadi salah satu kampus di Provinsi Maluku Utara yang mendapat kehormatan diundang hadir di Istana Negara,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, undangan tersebut tidak terlepas dari inovasi program UNSAN Reskilling Program ( URP), Program yang diluncurkan pada wisuda terakhir dan mendapat perhatian dari Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate.
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara UNSAN Bacan dan BPVP Ternate, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Mahasiswa tingkat akhir akan kami ikutkan dalam pelatihan di balai yang telah terverifikasi oleh BPVP dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ke depan, lulusan UNSAN tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi keahlian,” jelasnya.
Yudi menambahkan, UNSAN Bacan akan mengutus dua perwakilan untuk menghadiri pertemuan di Istana Negara, yakni Rektor UNSAN Bacan dan Dekan Inovasi Pendidikan Sosio Humaniora.
“Kami berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kualifikasi akademik, tetapi juga kompetensi yang diakui secara nasional,” pungkasnya. (red)
Editor : Alif
















