Begini Kesan Rektor UNSAN Bacan Usai Diskusi dengan Presiden Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

HALSEL, MALUKU UTARA — Rektor Universitas Nurul Hasan (UNSAN) Bacan, Yudi Eka Prasetya, mengungkapkan sejumlah kesan dan catatan penting usai menghadiri Taklimat dan Diskusi Presiden RI Prabowo Subianto bersama para Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/1/2026).

Menurut Yudi, banyak poin strategis dan menarik yang disampaikan Presiden Prabowo dalam diskusi tersebut, khususnya terkait arah pengelolaan negara di tengah dinamika global saat ini.

“Saat ini pengelolaan negara (statecraft) memasuki era realisme. Artinya, tujuan bernegara adalah untuk survival. Hampir semua negara berada pada posisi memproteksi kepentingan dalam negerinya masing-masing,” tutur Yudi mengutip arahan Presiden.

Presiden Prabowo, lanjut Yudi, menegaskan bahwa negara yang maju dan tangguh adalah negara yang elit-elitnya—baik elite politik, ekonomi, agama, maupun ilmuwan—mampu berkolaborasi, kompak, jujur, serta memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme yang kuat.

“Kaum cendekiawan atau ilmuwan adalah the brain of the country (otak suatu negara). Negara membutuhkan ilmuwan yang kuat dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat, bukan yang hanya menggunakan kepintarannya untuk kepentingan pribadi, materialisme, atau bahkan kepentingan asing,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Presiden juga menyoroti kondisi ekonomi nasional. Meski pertumbuhan ekonomi tergolong tinggi, angka kemiskinan di Indonesia masih cukup besar. Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2024 mencapai 49,5 juta jiwa, meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar 46,1 juta jiwa, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,04 persen.

Selain itu, Presiden mengungkap adanya kebocoran ekonomi nasional yang signifikan. Total kebocoran atau kerugian bangsa akibat net outflow selama 21 tahun mencapai 319 miliar dolar AS, sementara praktik under invoicing selama 34 tahun mencapai 908 miliar dolar AS. Rata-rata kebocoran per tahun diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.500 triliun.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Halsel Juara 1 PKA Angkatan I, Inovasi "Gerak Epid" Raih Apresiasi Tertinggi

Presiden juga menyinggung ketimpangan penyaluran kredit. Dari total alokasi kredit ke korporasi sebesar Rp5.770 triliun, kredit ke industri pengolahan mencapai Rp1.224 triliun, sementara kredit untuk UMKM dan koperasi masih relatif kecil.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengutip pernyataan Albert Einstein: “The definition of insanity is doing the same thing over and over again and expecting a different result” (definisi kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda).

Sebagai tindak lanjut, Presiden menyampaikan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya pembentukan Dana Anantara untuk menyatukan pengelolaan BUMN, serta langkah menutup kebocoran dengan mencabut izin kelapa sawit, hutan, dan tambang bermasalah agar dana yang dikembalikan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan nasional.

Yudi menambahkan, Presiden berharap para guru besar, rektor, serta pimpinan PTN dan PTS dapat terus menyampaikan kondisi faktual dunia saat ini kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Presiden juga berjanji akan menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat dengan format yang lebih interaktif,” pungkas Yudi.

Arahan Presiden yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut diakhiri dengan sesi jabat tangan bersama seluruh peserta. (Tim)

Editor : alif 

Berita Terkait

Yudhi Eka Prasetia Raih Predikat Terbaik II PKA Angkatan I 2026, Siap Jadi Agen Perubahan di Halsel
Disperindagkop Halsel Sidak Pasar, Siapkan Penataan Distribusi Demi Lindungi Petani Lokal
Dinas Pendidikan Halsel Juara 1 PKA Angkatan I, Inovasi “Gerak Epid” Raih Apresiasi Tertinggi
Desa Silang Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Maluku Utara, Harumkan Nama Halmahera Selatan
Bupati Bassam Lepas 40 Alumni PKA Angkatan I 2026, Tegaskan SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Halmahera Selatan
SIAGA SATU Tembus Panggung Nasional, Fadjri Kambey Paparkan Inovasi Penanganan Kemiskinan Terpadu Halsel di PKN II LAN RI
Jelang Mubes II, IKB Bobawa Maluku Utara Matangkan Persiapan, Ardian Ludin Ajak Warga Perkuat Persatuan
PWI Halsel Resmi Laporkan Pengelola Kusu Island Resort ke Polisi, Minta Dugaan Penghalangan Tugas Jurnalistik Diusut

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:16 WITA

Yudhi Eka Prasetia Raih Predikat Terbaik II PKA Angkatan I 2026, Siap Jadi Agen Perubahan di Halsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:07 WITA

Disperindagkop Halsel Sidak Pasar, Siapkan Penataan Distribusi Demi Lindungi Petani Lokal

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:05 WITA

Dinas Pendidikan Halsel Juara 1 PKA Angkatan I, Inovasi “Gerak Epid” Raih Apresiasi Tertinggi

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:10 WITA

Desa Silang Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Maluku Utara, Harumkan Nama Halmahera Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:40 WITA

Bupati Bassam Lepas 40 Alumni PKA Angkatan I 2026, Tegaskan SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Halmahera Selatan

Berita Terbaru