HALSEL, MALUKU UTARA — Verifikasi pemain Piala Bupati Cup Halmahera Selatan (Halsel) 2026 mengungkap sejumlah masalah serius. Mulai dari kelebihan kuota pemain senior, persoalan domisili, hingga pemain yang tidak ditemukan dalam basis data kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Halsel.
Dari 30 kecamatan peserta, baru tujuh yang dinyatakan lolos verifikasi 100 persen tanpa catatan. Ketujuh kecamatan itu adalah Gane Barat, Bacan Timur, Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat Utara, Kepulauan Joronga, dan Gane Barat Selatan.
Temuan paling menonjol terjadi di Kecamatan Gane Timur Selatan, dengan tujuh pemain senior melebihi kuota yang ditetapkan. Panitia juga mencatat satu pemain yang baru pindah dari Halmahera Tengah ke Desa Gaimu pada 16 September 2026.
Pelanggaran kuota senior turut ditemukan di Obi Barat sebanyak tiga pemain, Kasiruta Timur dua pemain, serta Obi, Botang Lomang, Bacan Timur Tengah, Obi Timur, dan Mandioli Selatan masing-masing satu pemain.
Tak hanya itu, persoalan domisili juga ditemukan di sejumlah kecamatan. Dua pemain dari Kayoa Barat bahkan tidak ditemukan dalam basis data kependudukan Dukcapil Halsel sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Ketua Panitia Kabupaten, Abdillah Djafar, menegaskan bahwa setiap kecamatan hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal lima pemain senior. Seluruh pemain juga wajib memenuhi ketentuan usia dan domisili sesuai regulasi turnamen.
Panitia memberikan tenggat waktu tegas kepada kecamatan yang bermasalah untuk memperbaiki data pemain.
“Kecamatan yang bermasalah diberi waktu 2 x 24 jam untuk melakukan pergantian pemain atau melengkapi berkas. Jika tidak, pemain yang bermasalah akan dicoret,” tegas Abdillah kepada Sibelanews.id, Sabtu (17/10/2026).
Selain persoalan pemain, sejumlah kecamatan juga belum menyerahkan berkas fisik sehingga proses verifikasi belum dapat dilanjutkan.
Panitia menjadwalkan rapat teknis pada 22–23 Oktober 2026. Sementara pembukaan Bupati Cup Halsel 2026 direncanakan berlangsung pada 26 Oktober 2026 di Lapangan GBK Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan.
Panitia menegaskan, ketatnya verifikasi dilakukan untuk menjaga integritas kompetisi, memastikan seluruh peserta mematuhi regulasi, serta mencegah munculnya sengketa pemain selama turnamen berlangsung.
Bupati Cup Halsel diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga wadah pembinaan talenta sepak bola lokal yang menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan. (Slm)
Editor : Alif
















