TERNATE, SibelaNews.id – Warga Nahdliyin di Maluku Utara, berkesempatan di undang Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaker) Republik Indonesia, disela waktu kunjungan di Maluku Utara, pertemuan di lantai 4 Hotel Sahid Bela Ternate, yang di fasilitas oleh Ketua Wilayah PKB Maluku Utara, Sahabat Jasril Usman pada Jum’at (05/03/2021) kemarin.
Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Wilayah NU Malut, K.H. Sarbin Sehe, Ketua Wilayah ISNU Malut, Mukhtar A. Adam, Ketua DPRD Kota Ternate, Muhadjirin Bailusy, Ketua IKA-PMII Asmar Bani, Ketua Fathayat Malut, Dr. Rosita Alting, Ketua Wilayah Ansor Mochtar Yusuf, PKC PMII Maluku Utara Yuhlif Assagaf, dan para pengurus NU serta Banom-Banom di wilayah Maluku Utara dan Kota Ternate.
Dalam sambutan Ketua PKB Wilayah Maluku Utara yang juga sebagai wakil walikota terpilih Kota Ternate, menyampaikan rasa terima kasih, dan hormat kepada Ibu Menteri yang mengundang Jamaah Nahdliyin untuk bersilaturrahmi sekaligus mendengar berbagai masukan eksternal dari luar pemerintahan terhadap perkembangan ketenaga kerjaan dan transmigrasi sebagai bagian dari tugas-tugas Ibu Menteri yang di amanahkan Presiden Jokowi.
“Kami miminta doa para kiyai, termasuk Ibu Menteri agar proses Demokrasi yang saat ini memasuki wilayah hukum di Mahkamah Konstitusi (MK), agar berjalan lancar, aman dan damai, biar warga Kota Ternate lebih cepat menemukan pemimpinnya dari proses Pilkada 2020″ucap wakil walikota Ternate terpilih itu
Terpisah ketua NU Malut K.H. Sarbin Sehe dalam sambutannya, mengatakam dalam rangka percepatan pembangunan, penanganan Covid-19, dan proses pemulihan ekonomi dan sosial. Maka memberikan apresiasi ke Ibu Menteri, walaupun dalam suasana bencanaan Pademi Covid-19, masih berkesempatan hadir di Moloku Kie Raha atau Maluku Utara.
“Untuk melihat lebih dekat perkembangan ketenaga kerjaan dan transmigrasi, ini menunjukan bahwa keseriusan pemerintahan Jokowi untuk mengurai problem kebangsaan, yang disetiap sudut bangsa ini bisa diatasi walaupun dalam tekanan kebencanaan” tuturnya
Lanjutnya, Namun masalah ekonomi biarlah Ketua ISNU yang akan menjelaskan lebih dalam kepada Ibu Menteri sehingga diharapkan akan ada kebijakan pemerintah pusat untuk mengatasi problem-prolem pembangunan di Maluku Utara.
Dalam kesempatan ini juga Ibu Menteri Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si, memberikan sambutan, bahwa tradisi beliau dalam berbagai kunjungan di daerah, akan selalu menyediakan waktu untuk mendengar berbagai pandangan dari warga NU, karena saat ini warga NUlah yang paling dekat dengan masyarakat. Mendengar secara langsung dinamika masyarakat, dan mampu mengkomunikasikan dengan kami yang ada di dalam pemerintahan, sehingga berbagai informasi tersebut dapat dirumuskan menjadi solusi kebijakan dalam mengatasi kebencanaan yang dialami dunia, saat ini.
Menaker menambahkan, tantangan bangsa kedepan makin berat, utamanya dalam kesiapan tenaga kerja, dan Malut adalah sebuah Provinsi yang dalam perjalanannya sangat berpotensi menjadi Provinsi yang kaya, sehingga menjadi sinergi sebagaimana yang disampaikan Ketua NU, bukan hanya Bahagia, akan tetapi menjadi Provinsi terkaya di Indonesia.
Karena itu menjadi tantangan bagi warga Nu di Maluku Utara, dari kekayaan wilayah ini, maka warga Maluku Utara harus menjadi pemain utama dalam perekonomian, mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja dari investasi, memproduksi banyak tenaga kerja produktif dan kreatif, karena itu saya datang ke Maluku Utara untuk membuka pelatihan Tenaga Kerja di BLK Ternate.
“Sebuah pesan kepada warga NU Maluku Utara untuk mempersiapkan diri, baik generasi hari ini maupun generasi akan datang, untuk mengisi kompetensi melalui berbagai fasilitas negara dalam bidang vokasi, termasuk BLK ternate”, jelasnya
Menaker bilang, kebutuhan angkatan kerja di sector pertambangan, belum secara baik di isi oleh Angkatan kerja lokal, karena itu saya instruksikan kepada BLK Ternate agar menyiapkan berbagai pelatihan dan Pendidikan vokasional agar putra-putra maluku utara mengambil peran dalam kebutuhan pasar kerja yang pesat di Maluku Utara, tegas Ibu Mentri.
“Saya mencontohkan saja PT. IWIP dalam tahun 2021, akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 12.000 angkata kerja, jika kebutuhan angkatan kerja yang dibutuhkan oleh PT IWIP tidak disiapkan tenaga kerja local, maka akan diisi oleh tenagar kerja dari luar, ini akan merugikan warga Maluku Utara”lanjutnya
NU Maluku Utara harus hadir memberikan solusi, dalam penyediaan Angkatan kerja, turut serta mengambil bagian dalam penyediaan tenaga kerja produktif, melalui program BLK Komunitas yang merupakan program prioritas Presiden Jokowi,dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan tenaga kerja yang kompeten dan keahlian yang mumpuni, dalam rangka mengisi kebutuhan pasar kerja di sector pertambangan.
“Saya membutuhkan sumbang saran dan masukan kepada kami selaku Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, untuk itu kesempatan yang sangat baik ini, silahkan bapak ibu memberikan masukan-masukan terkait pengelolaan ketenaga kerjaan dan transmigrasi dalam rangka upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional” tutupnya (Angsi/Red)
















