HALSEL, MALUKU UTARA – 29 Januari 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar rangkaian sosialisasi maraton terkait Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), serta Program Indonesia Pintar (PIP).
Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 23 hingga 30 Januari 2026 ini, bertujuan memperkuat tata kelola administrasi pendidikan melalui kolaborasi yang solid antara unsur manajemen dan teknis di satuan pendidikan.
Sebanyak 1.410 peserta terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari 705 Kepala Sekolah dan 705 Operator Sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, hingga PKBM se-Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan dalam proses transformasi digital, Dinas Pendidikan Halsel menyiapkan solusi konkret berupa pembukaan Ruang Konsultasi Khusus bagi operator sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah, M.Ag, menyampaikan bahwa ruang konsultasi tersebut akan dibuka setiap hari Sabtu setelah rangkaian sosialisasi selesai.
“Kami tidak ingin melepas Bapak dan Ibu begitu saja setelah kegiatan ini. Setiap hari Sabtu kami membuka ruang konsultasi di Kantor Dinas Pendidikan untuk mendampingi operator sekolah dalam menyelesaikan kendala teknis secara mandiri,” ujar Siti Khotija.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar pengelolaan administrasi sekolah tidak lagi menjadi beban, melainkan proses yang mudah, sistematis, dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, Siti Khotija juga menekankan pentingnya integritas dan kejujuran data dalam penginputan data siswa, khususnya pada sistem Dapodik.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan atau manipulasi data dapat berdampak langsung pada meningkatnya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Halmahera Selatan.
“Data yang tidak jujur, seperti siswa yang masih aktif tetapi terdata keluar, akan berdampak pada meningkatnya ATS. Kejujuran data sangat menentukan ketepatan sasaran bantuan dan akurasi perencanaan pendidikan daerah,” tegasnya di hadapan peserta.
Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan Halsel juga menegaskan sejumlah poin strategis, di antaranya:
- Sinergi Kepala Sekolah dan Operator, agar kebijakan anggaran selaras dengan eksekusi data dan laporan keuangan lebih akuntabel.
- Optimalisasi ARKAS dan PIP, guna memastikan pelaporan BOSP berjalan real-time serta penyaluran PIP tidak terhambat kendala data.
- Efisiensi Kerja, melalui peralihan dari pelaporan manual ke sistem digital yang lebih cepat dan efektif.
- Pendampingan Intensif, dengan fasilitas konsultasi rutin setiap Sabtu untuk memperkuat kemandirian operator sekolah.
Dengan hadirnya pasangan Kepala Sekolah dan Operator dari berbagai jenjang pendidikan, Dinas Pendidikan Halmahera Selatan optimistis kualitas tata kelola pendidikan di Bumi Saruma akan semakin profesional, transparan, serta berorientasi pada kejujuran dan akurasi data. (tim)
Editor: alif
















