HALSEL, MALUKU UTARA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah wilayah pesisir terus dikebut. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027 dan tidak berhenti sebatas penyelesaian infrastruktur fisik.
Pemkab Halsel menegaskan, keberadaan KNMP harus mampu mendorong aktivitas nelayan, membuka ruang usaha produktif, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Halsel, Dr. Abdillah Kamarullah, SE., MM., saat mendampingi tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meninjau lokasi sekaligus mengikuti penandatanganan kontrak pekerjaan KNMP di Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Abdillah mengatakan Pemkab Halsel akan mengawal pelaksanaan pembangunan bersama KKP, Dinas Perikanan, pemerintah desa, penyuluh perikanan hingga pihak pelaksana.
Menurutnya, pengawalan tersebut penting agar pembangunan KNMP tidak hanya memenuhi target fisik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang nantinya akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya membangun fasilitas, tetapi memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan dan memberi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kehidupan dan pendapatannya,” tegas Abdillah.
Ia menekankan, ukuran keberhasilan KNMP bukan semata-mata terlihat dari berdirinya bangunan dan fasilitas yang dibangun. Setelah pekerjaan fisik rampung, seluruh fasilitas harus mampu dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan nelayan dan mengembangkan usaha masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya melihat selesai bangunannya. Yang lebih penting adalah setelah dibangun, masyarakat bisa menggunakan, mengembangkan usaha dan merasakan manfaatnya,” katanya.

Salah satu lokasi pembangunan KNMP berada di Desa Bibinoi dengan luas lahan sekitar 8.770 meter persegi. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan masyarakat pesisir yang terintegrasi dengan aktivitas kelautan dan perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Halsel, Idris Ali, S.Pi., mengatakan pembangunan KNMP di sejumlah desa mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Sebagian lokasi telah menyelesaikan proses kontrak dan siap memasuki pekerjaan fisik, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam proses berkontrak.
Idris menjelaskan, PT Sultan Sukses Mandiri menangani dua paket pembangunan yang mencakup 10 desa, yakni Bajo, Bibinoi, Sidopo, Indari, Panambuang, Dowora, Laluin, Matuting, Kukupang dan Leleo Jaya.
Sementara PT Gelora Megah Sejahtera menangani pembangunan di Desa Talimau, Bokimiake, Kampung Baru, Lele dan Waya. Sedangkan CV Bambu Runcing menangani paket pembangunan di Desa Silang.
Dari keseluruhan lokasi tersebut, sebanyak 16 desa telah menyelesaikan kontrak dan siap memasuki tahap pembangunan. Sementara lima desa lainnya masih dalam proses berkontrak.
“Insyaallah lima desa lagi menyusul. Saat ini PPTK dan kontraktor sudah berada di Labuha. Dalam satu-dua hari mereka akan turun ke lokasi untuk melakukan MC 0,” ujar Idris, Minggu (27/9/2026).
Dengan dimulainya pekerjaan di sejumlah lokasi, Pemkab Halsel menargetkan pembangunan KNMP dapat berjalan sesuai jadwal dan rampung pada 2027.
Namun, pemerintah kembali menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik.
Koordinasi antara KKP, Pemkab Halsel, pemerintah desa, penyuluh perikanan dan kontraktor akan terus diperkuat agar KNMP benar-benar tumbuh sebagai kawasan produktif yang mendukung aktivitas nelayan, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir Halmahera Selatan. (Slm)
Editor : Alif
















