HALSEL, MALUKU UTARA — Stok semen di sejumlah toko bahan bangunan di pusat Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, masih kosong, Jumat (25/9/2026) pagi.
Kondisi tersebut diketahui saat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Halsel melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan bangunan di sejumlah toko sekitar pukul 10.00 WIT.
Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah bahan bangunan dan kebutuhan lainnya relatif stabil. Namun, semen menjadi salah satu komoditas yang belum tersedia di beberapa toko yang didatangi petugas.
Kepala Disperindagkop Halsel, Agus Heryawan, mengatakan kelangkaan stok semen tersebut disebabkan keterlambatan pasokan dari daerah asal distributor.
“Dari hasil pengecekan kami di lapangan, memang semen sementara sulit ditemukan. Penyebabnya karena antrean kapal cukup panjang dan kondisi cuaca ekstrem di perairan Irian,” ujar Agus.
Menurutnya, semen yang dipasarkan di Halsel didatangkan distributor dari Papua Barat, khususnya Manokwari, dengan merek CONCH. Gangguan cuaca dan antrean kapal berdampak pada kelancaran distribusi menuju Halsel.
Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah toko bangunan di pusat Kota Labuha belum menerima pasokan baru. Padahal, kebutuhan semen masyarakat tetap berjalan, terutama untuk pembangunan rumah, renovasi, maupun pekerjaan konstruksi lainnya.
Meski demikian, Agus memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Berdasarkan informasi yang diterima Disperindagkop, kapal distributor yang membawa pasokan semen sudah dalam perjalanan menuju Halsel.
“Ini lebih kepada keterlambatan kapal distributor dari Papua Barat, Manokwari, ke Halsel. Namun, informasi yang kami terima, pasokan sementara sudah dalam perjalanan menuju ke sini,” katanya.
Disperindagkop Halsel memperkirakan stok semen mulai kembali tersedia secara bertahap pada pekan depan setelah kapal tiba dan pasokan didistribusikan ke sejumlah toko bangunan.
Pemerintah daerah juga akan terus memantau ketersediaan dan perkembangan harga bahan bangunan di pasaran guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan kembali lancarnya distribusi, stok semen di tingkat pertokoan diharapkan segera normal sehingga aktivitas pembangunan dan renovasi masyarakat di Labuha tidak terganggu. (Slm)
Editor : Alif
















