Miris! Terumbu Karang Pulau Widi Rusak Parah Akibat Bom dan Racun

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Trumbu Karam Yang Rusak Akibat Bom.

Gambar: Trumbu Karam Yang Rusak Akibat Bom.

HALSEL – Keindahan laut Pulau Widi di Halmahera Selatan kini tinggal kenangan. Kerusakan parah melanda terumbu karang di kawasan ini akibat praktik penangkapan ikan dengan bom dan racun sianida yang masih marak dilakukan.

Kondisi bawah laut Pulau Widi kini memperlihatkan kenyataan pahit. Terumbu karang yang dulunya indah, kini rusak dan hancur lebur.

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Gane Luar melakukan pendataan kondisi terumbu karang dalam ekspedisi bertema “Peran Terumbu Karang dan Ancaman yang Dihadapi bagi Keberlanjutan Ekosistem Laut”. Mereka menyelam di sejumlah titik, termasuk sekitar Pulau Daga.

“Yang kami temui bukan lagi karang-karang cantik, tetapi kehancuran. Terumbu karang rata dengan dasar laut. Warnanya memutih akibat bleaching,” ungkap Supri Papalia, tokoh peduli lingkungan Pulau Widi, Senin (30/06/2025).

Menurutnya, jika tak ada pengawasan ketat dan penegakan hukum yang tegas, kerusakan ini akan makin meluas. “Saya khawatir, jika dibiarkan, karang di Pulau Widi akan benar-benar musnah,” tegasnya.

Salah satu warga Desa Gane Luar, Mukam Tamhir, menambahkan bahwa praktik penangkapan ikan tak ramah lingkungan telah berlangsung cukup lama di kawasan ini.

“Kami sudah lama mengamati kegiatan ini. Praktik bom dan racun jelas berdampak buruk terhadap kondisi terumbu karang. Tapi tuntutan ekonomi, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga lemahnya penegakan hukum, menjadi alasan mengapa kerusakan ini terus terjadi,” ujarnya.

Kesehatan terumbu karang di perairan Pulau Widi kini dikategorikan rendah dan berada dalam kondisi “rentang kendali”.

Meski begitu, Pokmaswas Gane Luar tetap berupaya melakukan aksi nyata. Bersama masyarakat lokal, mereka mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai dan audit merek di beberapa titik Pulau Widi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan laut.

Baca Juga :  Ketua Kwarcab Kak Rifa’at: Kebaikan Pramuka Hari Ini Adalah Bekal Berharga bagi Generasi Masa Depan

“Kita harus sadar bahwa terumbu karang adalah sumber kehidupan. Tanpa itu, ekosistem laut rusak dan jumlah ikan pun menurun. Kita perlahan kehilangan warisan penting bagi generasi mendatang,” tutup Supri. (red)

(Salman)

Berita Terkait

Bupati Bassam Terima Penghargaan Bergengsi UGM, Halsel Diakui Unggul dalam Transformasi Digital
Bupati Bassam Beri Uang Saku Pribadi ke Jemaah Umrah Halsel, Titipkan Doa untuk Daerah
Di Balik Potensi UMKM, Pantai Tembal Justru Dipenuhi Sampah Plastik
Said Alkatiri Sorot Keterlambatan Pembukaan Bupati Cup, Bassam Kasuba Diminta Evaluasi Kinerja Kadispora
20 Warga Halsel Berangkat Umrah Gratis, Abdillah Titip Pesan Khusus Bupati dan Wabup
Ketua Kwarcab Kak Rifa’at: Kebaikan Pramuka Hari Ini Adalah Bekal Berharga bagi Generasi Masa Depan
Halsel Raih GM-DTGI Award 2026, Bupati Bassam Kasuba Bakal Terima Penghargaan di Jogja
Rp278 Miliar DBH Halsel Masih Tertahan, Farid: Kami Tunggu Kepastian Gubernur Sherly

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:11 WITA

Bupati Bassam Terima Penghargaan Bergengsi UGM, Halsel Diakui Unggul dalam Transformasi Digital

Kamis, 5 November 2026 - 12:55 WITA

Bupati Bassam Beri Uang Saku Pribadi ke Jemaah Umrah Halsel, Titipkan Doa untuk Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 10:14 WITA

Di Balik Potensi UMKM, Pantai Tembal Justru Dipenuhi Sampah Plastik

Selasa, 3 November 2026 - 21:07 WITA

Said Alkatiri Sorot Keterlambatan Pembukaan Bupati Cup, Bassam Kasuba Diminta Evaluasi Kinerja Kadispora

Selasa, 3 November 2026 - 19:18 WITA

20 Warga Halsel Berangkat Umrah Gratis, Abdillah Titip Pesan Khusus Bupati dan Wabup

Berita Terbaru

Gambar : Pantai UMKM Melenial.

Berita Terkini

Di Balik Potensi UMKM, Pantai Tembal Justru Dipenuhi Sampah Plastik

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:14 WITA