MOROTAI, SibelaNews.id – Sejumlah anggota Gerakan Pramuka Pulau Morotai melaksanakan upacara di Tugu Proklamasi, tepatnya pada pukul 01.00 pagi wit dengan melibatkan beberapa anggota yang tergabung dalam pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Pulau Morotai yang bertempat di Rt.003/Rw.003, Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara.
Monumen Peringatan Proklamasi ke-5 Tahun 1950 dipilih sebagai tempat refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 Tahun karena memiliki nilai historis yang berarti bagi Indonesia, terlebih lagi bagi masyarakat pulau morotai.
Menurut Dian, selaku Ketua Dewan Kerja (DKC) Pulau Morotai, mengatakan “pelaksanaan refleksi upacara kemerdekaan dilakukan pada waktu tersebut untuk mengatasi terjadinya kerumunan warga akibat antusias dalam menyaksikannya. Selain itu, Monumen Peringatan Kemerdekaan ke-5 tahun 1950 merupakan titik awal sebagai sejarah perjuangan masyarakat morotai mempertahankan kemerdekaan indonesia” tuturnya.

Lanjut Dian, selain refleksi Kemerdekaan yang dilaksanakan dengan menaikan Benderah Mera Putih di Monumen Proklamasi, mereka juga terlibat paginya pada pengibaran bendera merah putih di Tugu Pancasila. Ini merupakan momen bersejarah yang sudah lama tidak pernah dilakukan masyarakat maupun pemerintah di tempat tersebut ketikan menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati.
“Kedua tempat tersebut memiliki sisi sejarah yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah perjuangan masyarakat morotai dan pemerintah saat ini dan masyarakat pada umumnya harus menyadari itu” tutupnya.
Terpisah, Bapak Safrizal, salah seorang pedagang yang berlokasi dekat dengan monumen proklamasi itu berceritra, “dahulu ketika saya datang kesini, tempat ini (tugu proklamasi) ramai di kunjungi dan antusias masyarakat merawatnya jikala tiba Hari Perayaan Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah almarhum. Tam Jama, salah seorang warga desa Yayasan yang selalu memperhatikan kondisi monumen proklamasi ini dengan melakukan pengecetan kembali.
“setelah saya melihat adik-adik pramuka ini melakukan perbaikan dan pengecetan kembali tugu proklamasi ini, saya sangay terharu karena mengingatkan waktu-waktu silam yang penuh kenangan. Saya juga berharap, pemerintah tidak serta merta menutup mata dan teling melihat kondisi daerah ini dalam pelaksanaan programnya yang juga harua melindungi dan memilihara nilai dan bukti sejarah yang ada, jangan asal di bongkar tanpa diperbaiki kembali”, tuturnya sampil wajah kesal. (Man/red)

















