HALSEL, SibelaNews.id – Dharmayukti Karini Cabang Labuha melaksanakan pertemuan rutin, yang diselenggarakan tiap satu bulan sekali. Pertemuan ini dilaksanakan di ruang Rapat Pengadilan Agama Halmahera Selatan, Jum’at (17/09/2021), yang dikuti seluruh istri hakim wanita, istri pejabat kepaniteraan, kesekretariatan dan juga seluruh staf serta istri staf Pengadilan Negeri.
Pertemuan di isi dengan dialok yang disampaikan oleh Ustajah Dwi Ayu Bowogunarsi sebagai konselor keluarga dari RKI dengan konsep “Wanita sebagai Istri dan sebagai Ibu. Niat menikah sebagai Ibadah. Dan kunci ideal istri yaitu taat dengan suami, setelah taat ada musyawarah dalam pernikahan untuk membangun sebuah pernikahan secara bersama-sama.
“Disinilah letak peranan Wanita sebagai istri dan Ibu, cukup berat menuntut rasa tanggung jawab yang tidak ringan, berhasil tidaknya generasi yang ideal ada di tangan kaum Wanita” jelas Ustajah Dwi
Tidaklah berlebihan apabila Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memberi penghargaan terhadap kaum Ibu, sebagaimana dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad, bahwa Rasulullah bersabda “Surga itu berada di bawah telapak kaki para Ibu. Untuk itu di balik semua tugas mulia diemban perempuan sebagai ibu dan istri, terdapat pintu dan peluang untuk mendapatkan pahala berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Menjadi Ibu dan Istri harus dijalani secara ikhlas dan penuh tanggung jawab. Bukan asal kerja atau menjadi ibu karena motivasi, kompetisi dan aktualisasi serta sinergisitas adalah pedoman hidup di antara Al-quran dan Sunah Rasul” kata konselor dari RKI itu.
Lanjutnya, Ketika seorang perempuan muslimah tidak menyadari hakikat dan peran utamanya yakni, sebagai hamba Allah, maka hal itu dapat menimbulkan masalah. Salah satunya yakni, konsep pemikiran materialistis. “Peran perempuan dapat tersinergi dengan baik dan teraktualisasi maksimal jika dasar aturannya sesuai pedoman islam” tutur Ustajah
Menurut Ustajah Dwi, peran perempuan perlu disenergikan dengan pemahaman agama, karena itu menjadi kunci utama. Perempuan harus mengetahui hal tersebut tidak hanya sebatas filosofi, namun sampai tahapan teknis, agar tidak salah dalam melangkah.
Dalam waktu bersamaan Ibu Rifa’at Al Sa’adah Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Halmahera Sekatan, juga sebagai Ibu Wakil Bupati menyampaikan bahwa, wanita tangguh layaknya sebuah pisau tajam, diasah dengan pengasah yang memiliki permukaan kasar, seperti cobaan dalam kehidupan yang berliku dan keras, semakin sulit sebuah hidup maka akan semakin tangguh seorang perempuan.
“Muda-mudahan dengan adanya pertemuan rutin seperti ini diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan, memberikan ilmu dan wawasan tentang bagaimana berorganisasi yang baik serta terjalinnya tali silaturahmi antar sesama anggota Dharmayukti Karini cabang Labuha” ungkap Ibu Wakil Bupati Halsel, Rifa’at Al Sa’adah. (alif/red)

















