Pelantikan KKST Halsel, Ketika Cakalele dan Silat Buton Bertemu Di Rumah Besar Saruma

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

Penulis : Mohamad S. M

Pelantikan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Halmahera Selatan periode 2026 – 2031 bukan sekadar pergantian kepengurusan. Di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026, ada pesan dibunyikan: orang – orang yang datang dari pulau dan pesisir Sulawesi Tenggara tidak hanya membawa nama daerah asal, tetapi juga membawa tenaga, pengetahuan, pengalaman, dan kesediaan untuk ikut menjaga rumah bersama bernama Halmahera Selatan.

Di panggung pelantikan (Sabtu, 26/7), pesan persaudaraan itu hadir melalui bahasa kebudayaan. Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, diterima dengan Tari Cakalele Togale. Tarian yang berwatak kepahlawanan. Geraknya tegas, ritmenya kuat, dan ekspresinya menggambarkan keberanian, kesiapsiagaan,  serta semangat melindungi negeri.

Kehadiran Cakalele Togale dalam pelantikan KKST terasa Istimewa. Ia disandingkan dengan tarian silat adat Buton. Perpaduan Cakalele dan Silat,  melambangkan persatuan nusantara, penghormatan terhadap jiwa ksatria dan akulturasi dua budaya. Dalam masyarakat maritim, kekuatan bukanlah alasan untuk meninggikan diri. Kekuatan justru memperoleh kehormatan ketika dipakai untuk menjaga keluarga, membela kebenaran, dan melindungi kehidupan bersama.

Dua tarian itu seolah berdialog di ruang yang sama. Cakalele menghadirkan semangat Togale, sedangkan silat adat menghadirkan warisan Buton. Keduanya tidak dipertentangkan, tetapi dipertemukan. Dua latar kultur, dua jalur sejarah maritim, dan dua tradisi kepahlawanan menyatu  dalam ikatan persaudaraan di panggung pelantikan KKST Halsel.  Budaya tidak berdiri sebagai pagar yang memisahkan, melainkan jembatan yang memungkinkan orang saling mengenal dan saling menghormati.

Puncak penghormatan budaya terlihat ketika Haji Rustam, tokoh KKST Halmahera Selatan, menyematkan kain tenun khas Buton dan songkok kebesaran adat Buton, kampurui, kepada Bupati. Ia merupakan bahasa simbolik, Bupati diterima sebagai bagian dari keluarga besar KKST Halmahera Selatan.

Baca Juga :  Asia Hasyim Kukuhkan Pimpinan Saka Bakti Husada Halsel, Dorong Pramuka Aktif di Bidang Kesehatan

Kampurui bukan sekadar penutup kepala. Dalam tradisi Buton, benda adat yang dikenakan di kepala berkaitan dengan kehormatan, kewibawaan dan tanggung jawab. Kepala adalah tempat pikiran dan pertimbangan. Kampurui menjadi pengingat. Ia sekaligus harapan yang tersemat agar kepemimpinan tetap teguh, berpihak kepada masyarakat, serta merawat semua kelompok sebagai satu keluarga besar. Filosofi yang sejalan dengan visi Bupati dalam menjalankan pemerintah Kabupaten Halsel.

Pelantikan yang dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, sesepuh, dan perwakilan berbagai paguyuban itu memperlihatkan bahwa KKST tidak berdiri sendirian. Tanggung jawab yang diemban Ketua Umum KKST Halsel, Jakaruddin S.Pd, M.Pd dan Sekretaris Umum Hi. Safaruddin, SS. M.H, bersama jajaran pengurus periode 2026 – 2031 adalah membuka pintu dialog, memperbanyak kerja bersama, dan menguatkan relasi dengan seluruh latar belakang di Halmahera Selatan.  Kehadiran dan peran KKST Halsel saatnya terlihat nyata

Di bawah kepemimpinan Jakaruddin, KKST Halsel diharapkan menjadi rumah yang mempersatukan warga Sulawesi Tenggara di berbagai kecamatan dan pulau di Halmahera Selatan. Rumah itu harus cukup luas bagi perbedaan asal, profesi, generasi, dan pandangan. Di rumah itu, ada karya, perhatian dan kontribusi.

Warga Sulawesi Tenggara telah lama hadir dalam jalur-jalur pergerakan masyarakat maritim Indonesia timur. Mereka berlayar, berdagang, menjadi nelayan, mendidik, bekerja dalam birokrasi, menggerakkan usaha, melayani masyarakat, dan membangun keluarga di berbagai pulau. Di Halmahera Selatan, jejak pengabdian itu terlihat dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi, sosial, keagamaan, serta kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pelantikan ini harus dibaca sebagai awal kerja. KKST dapat membantu pemerintah daerah memperkuat peran, menjadi mitra strategis.  Bersama Bupati dan seluruh elemen masyarakat, KKST perlu membuktikan bahwa persaudaraan memiliki hasil yang dapat dirasakan: pelayanan yang lebih dekat, lingkungan yang lebih damai, ekonomi yang tumbuh, serta warga yang saling melindungi.

Baca Juga :  Asia Hasjim Dikukuhkan Jadi Mabisaka Bakti Husada, Kak Kwarcab Rifa’at Dorong Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Sabtu (25/7), Cakalele Togale, silat adat Buton, kain khas buton, dan kampurui telah menyampaikan pesan tanpa banyak kata. Halmahera Selatan menjadi kuat bukan karena semua orang berasal dari tempat yang sama, melainkan karena mereka memilih berjalan ke arah yang sama. Persaudaraan sejati tidak bertanya siapa yang lebih dahulu datang tetapi apa yang dapat kita kerjakan bersama. Rumah bersama tidak selesai dibangun oleh pidato. Ia dibangun oleh tangan yang bekerja, hati yang saling menjaga, dan langkah yang tetap searah meskipun berasal dari pulau yang berbeda. (***)

Berita Terkait

Tergerak Melihat Rumah Berlantai Tanah, Pramuka Peduli Halsel Gandeng BAZNAS Bantu Keluarga Tidak Mampu
Asia Hasyim Kukuhkan Pimpinan Saka Bakti Husada Halsel, Dorong Pramuka Aktif di Bidang Kesehatan
Asia Hasjim Dikukuhkan Jadi Mabisaka Bakti Husada, Kak Kwarcab Rifa’at Dorong Pengabdian Nyata untuk Masyarakat
Revisi Perda BPRS Saruma Perkuat Status Perseroda dan Tata Kelola Bank Daerah
600 Prajurit Siap Jaga Halsel, Danyonif TP 867: Kami Beri Kepastian Keamanan
HUT ke-81 TNI di Halsel, Bupati Bassam dan Wabup Helmi Tekankan Sinergi Bersama Rakyat
Bupati Bassam Kasuba Buka FGD RDTR dan KLHS, Dorong Tata Ruang Halsel Lebih Terarah
Widi Punya Pesona Kelas Dunia, Ahmad Ukin Dorong Jadi Destinasi Ekowisata Halsel

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Tergerak Melihat Rumah Berlantai Tanah, Pramuka Peduli Halsel Gandeng BAZNAS Bantu Keluarga Tidak Mampu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:56 WITA

Asia Hasyim Kukuhkan Pimpinan Saka Bakti Husada Halsel, Dorong Pramuka Aktif di Bidang Kesehatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Asia Hasjim Dikukuhkan Jadi Mabisaka Bakti Husada, Kak Kwarcab Rifa’at Dorong Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:16 WITA

Revisi Perda BPRS Saruma Perkuat Status Perseroda dan Tata Kelola Bank Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:26 WITA

600 Prajurit Siap Jaga Halsel, Danyonif TP 867: Kami Beri Kepastian Keamanan

Berita Terbaru