HALSEL, MALUKU UTARA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan kepulauan. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah peningkatan jalan lapen ruas Jojame–Waringin di Kecamatan Obi Utara.
Ruas jalan tersebut menghubungkan Desa Waringin dengan Pelabuhan Jojame yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang melalui jalur laut.
Proyek yang dikerjakan CV Nadia Putri Mandiri itu memiliki pagu anggaran sebesar Rp2.584.950.183,78, dengan target penyelesaian sebelum 30 Desember 2026.
Berdasarkan lingkup pekerjaan, peningkatan jalan lapen dilakukan sepanjang 1.450 meter dengan lebar 4 meter. Pekerjaan juga mencakup galian saluran sepanjang 2 kilometer serta pembersihan dan pembentukan badan jalan kurang lebih 4 kilometer.
Peningkatan akses ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung pengangkutan hasil produksi masyarakat menuju pelabuhan.
Dalam pelaksanaan proyek, pihak kontraktor menghadapi tantangan berupa kenaikan harga material dan tingginya biaya pengangkutan melalui jalur laut. Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya operasional pekerjaan.

Karena itu, pihak pelaksana berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi standar harga atau check price pembangunan untuk wilayah kepulauan dan pesisir, termasuk Obi, Makian, dan Kayoa, pada tahun anggaran 2027.
Evaluasi tersebut diharapkan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, terutama biaya transportasi laut dan pengadaan material, sehingga perencanaan anggaran pembangunan lebih sesuai dengan karakteristik wilayah.
Meski menghadapi kendala tersebut, kontraktor menyatakan tetap berkomitmen menuntaskan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Selain pekerjaan dalam kontrak, pihak pelaksana juga melakukan sejumlah pekerjaan tambahan berupa pembersihan jalur, pemotongan bukit (cutting), dan perapian badan jalan hingga ke wilayah Waringin. Pekerjaan tambahan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan akses masyarakat.
Peningkatan jalan Jojame–Waringin diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Obi Utara.
Akses jalan yang lebih baik dapat mendukung keterhubungan antara permukiman warga dan pelabuhan, sekaligus membantu memperlancar arus barang dan hasil produksi masyarakat.
Pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan menjadi penting agar masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih memadai. Dengan demikian, peningkatan jalan Jojame–Waringin diharapkan menjadi salah satu penunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Selatan.
Hingga proyek tersebut rampung, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian tetap menjadi aspek penting untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. (**)
Editor : Alif

















