HALSEL, SibelaNews.id – Calon Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba kambali menyapa keluarga dan masyarakat Desa Tobaru, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pada Senin (28/09/2020). Kegiatan kampanye di zona dua sesuai jadwal dari KPUD Halsel.
Kegiatan kampanye dan silahturrahmi pasangan nomor urut 2 Usman Sidik Dan Bassam Kasuba yang di dampingi oleh partai koalisi salah satunya katua partai Amanat Nasional (PAN) Halsel Mansyur Abdul Fatah, berjaln meriah.
Saat kampanye berjalan Ibu Pendeta Ningsi juga Mantan kapala Desa Tobaru, di berikan kesempatan untuk menyampaikan harapan dalam kebijakan pemerintah untuk masyarakat Desa bahwa, “Saya melihat untuk kami di Desa Tobaru banyak yang ingin bersekolah di perguruan tinggi setelah tamat dari SMA, kami rasakan kepemimpinan Dr. Muhammad kasuba masih menjabat Bupati, itu banyak anak-anak kami yang lanjut dan banyak menjadi pegawai negeri tapi kenapa kepemimpinan sudah tidak ada, sekolah pun bayar”,ucapnya penuh harap
Harapan mereka, masyarakat untuk bisa melanjutkan studinya sesuai lobi pemerintah daerah mungkin beasiswa dari pusat. Saat ini banyak keluhan orang tua yang ingin melanjutkan anaknya di tingkat S1 sampai tingkat S2, biarpun kuliahnya di Ternate atau Manado saja.
“kami di sini hanaya punya usaha kopra, dan saat ini harga kopra turun, kami mohon apabila bapak berdua Usman-Bassam menjadi Bupati dan Wakil Bupati Halsel, tolong melobi anggar pendidikan untuk kami suku togale dan seluruh masyarakat Halsel”,tuturnya dengan senyum
Ibu pendeta sampaikan, mereka lihat pasangan Usman-Bassam di usung 9 partai politik dengan jumlah kursi 21. Jadi 21 anggota DPRD yang mendukung pasangan ini, kalau di hitung-hitung itu sudah menang.
“saya mau bilang kemenangan pasangan Usman – Bassam ini sudah nampak setelah di dukung 21 anggota DPRD, jadi tolong kalau sudah dapat lihat kami, terutama pendidikan dan kesehatan, seperti kepemimpinan bapak Dr. Muhammad Kasuba”, harapnya
Tambahanya, “Kami mohon pak Usman Sidik dan Bassam Kasuba untuk melakukan program itu, seperti mantan Bupati dua periode Dr. Muhammad Kasuba, dan saat ini hanya ada tes online, kalau anak-anak sudah nganggur mereka sudah tidak bisa menggoprasikan komputer jadi bingung tes online itu, seperti apa”, tutupnya (red)

















