Harga Sayur Lilin Anjlok, Petani Tepuk Jidat

Minggu, 22 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pedagang Sayur di Pasar Rum, Tidore. (foto/IR)

Foto: Pedagang Sayur di Pasar Rum, Tidore. (foto/IR)

TIDORE, SibelaNews.id – Anjloknya harga sayur lilin dalam tiga minggu belakangan ini, membuat petani sayur lilin tepuk jidat. Bagaimana tidak, satu ikat sayur lilin diharga 5000 rupiah.

Fatma, salah satu petani sayur lilin ketika dikonfirmasi SibelaNews.id menuturkan bahwa harga sayur lilin saat ini turun drastis, petani bahkan kewalahan, biaya produksi tinggi tapi harga jual murah.

“iya, saat ini harganya murah. Tidak sebanding dengan biaya perawatan. Panen juga kita butuh ongkos, jika harga jualnya murah bagaimana mau tutup ongkos perawatan dan panen itu, bahkan angkut sayur lilin ke pasar juga kita butuh ongkos juga”, Fatma, saat ditemui SibelaNews, di Pasar Rum, Tidore, Minggu (22/8/2021).

Fatma bahkan memilih untuk menjual sendiri hasil panen sayur lilin ke pasar, menurutnya jika diberikan kepada pengepul, justru harganya jauh lebih murah lagi. Pilihan menjual sendiri ini agar bisa seimbangkan harga ongkos untuk panen serta ongkos kendaraan untuk angkut sayur lilin ke pasar.

“Kalao kita ovor ke dibo-bido (jual ke pengepul), nanti uangnya tidak cukup untuk tutup ongkos sana sini, karena murah. Kita harus bayar bentor, harus tutup ongkos panen juga. Jual sendiri saja ikutan harga pasaran yang ada. Jika tidak seperti itu, nanti tidak cukup untuk beli kebutuhan dapur seperti ikan dan yang lainnya”, tutur Fatma.

Masih menurut Fatma, jika pengunjung pasar mulai sepi, dia dengan terpaksa harus mengobral murah agar semua sayur lilin itu laku terjual. Hal ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan serta kebutuhan yang harus dipenuhi dengan segera mungkin.

“Kalau panennya banyak, sampai pasar sepi pengunjung belum juga habis terjual, terpaksa harus obral murah agar laku terjual. Kadang sampai empat ikat harganya Rp. 10.000. Tidak mungkin dibawa pulang, lalu menunggu sampai hari pasar berikutnya nanti sayur lilinya busuk, tidak bisa lagi dimakan. Diobral itu karena kita juga punya kebutuhan lainnya seperti beli beras, ikan serta kebutuhan lainnya juga”, imbuh Fatma.

Baca Juga :  Widi Punya Pesona Kelas Dunia, Ahmad Ukin Dorong Jadi Destinasi Ekowisata Halsel

Ditingkat pengepul pun harganya dihargai dengan nilai yang bervariasi. Pengepul bisa saja memborong dengan harga Rp. 10.000 untuk 3 ikat, lalu dijual lagi dengan harga Rp. 5000 per ikat. Satu ikan sayur lilin biasa terdiri dari empat buah sayur lilin.

“Kita ambil dengan harga Rp. 10.000 untuk 3 ikat, nanti jual lagi kembali Rp. 5.000 per ikat. Itu pun kadang tak laku juga sampai pasar sepi pengunjung. Jika bulan lalu itu bisa harganya satu ikat Rp. 10000, dua ikat Rp. 15.000, tapi sekarang ini sudah turun harganya”, ungkap, Siti, salah satu pedagang sayur yang ikut menjual sayur lilin.

Saat ditanya penyebab anjloknya harga sayur lilin, Siti tidak bisa menduganya. Menurutnya bisa saja harganya turun, penyebabnya pada pasokan sayur lilin ke pasar yang cukup banyak. Titik-titik sudut pasar, hampir semuanya terlihat berjejeran sayur lilin.

“Harganya turun mungkin karena ini musim panen, sehingga banyak sekali sayur lilin yang masuk ke pasar ini. Mungkin juga persaingan harga juga menjadi hal menyebabkan harga sayur lilin murah”, tambah Siti.

Dikalangan pengepul, jika sayur lilin tersebut tidak laku terjual pada hari itu, maka mereka kejar pasar di tempat lain. Dari pantauan SibelaNews.id, sayur lilin yang tak habis terjual itu ada juga pengepul yang membawa ke pasar yang di Soasio, ada juga yang membawa ke beberapa pasar yang ada di Ternate. (IR/red)

Berita Terkait

Tergerak Melihat Rumah Berlantai Tanah, Pramuka Peduli Halsel Gandeng BAZNAS Bantu Keluarga Tidak Mampu
Asia Hasyim Kukuhkan Pimpinan Saka Bakti Husada Halsel, Dorong Pramuka Aktif di Bidang Kesehatan
Asia Hasjim Dikukuhkan Jadi Mabisaka Bakti Husada, Kak Kwarcab Rifa’at Dorong Pengabdian Nyata untuk Masyarakat
Revisi Perda BPRS Saruma Perkuat Status Perseroda dan Tata Kelola Bank Daerah
600 Prajurit Siap Jaga Halsel, Danyonif TP 867: Kami Beri Kepastian Keamanan
HUT ke-81 TNI di Halsel, Bupati Bassam dan Wabup Helmi Tekankan Sinergi Bersama Rakyat
Bupati Bassam Kasuba Buka FGD RDTR dan KLHS, Dorong Tata Ruang Halsel Lebih Terarah
Widi Punya Pesona Kelas Dunia, Ahmad Ukin Dorong Jadi Destinasi Ekowisata Halsel

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Tergerak Melihat Rumah Berlantai Tanah, Pramuka Peduli Halsel Gandeng BAZNAS Bantu Keluarga Tidak Mampu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:56 WITA

Asia Hasyim Kukuhkan Pimpinan Saka Bakti Husada Halsel, Dorong Pramuka Aktif di Bidang Kesehatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Asia Hasjim Dikukuhkan Jadi Mabisaka Bakti Husada, Kak Kwarcab Rifa’at Dorong Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:16 WITA

Revisi Perda BPRS Saruma Perkuat Status Perseroda dan Tata Kelola Bank Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:26 WITA

600 Prajurit Siap Jaga Halsel, Danyonif TP 867: Kami Beri Kepastian Keamanan

Berita Terbaru