HALSEL – Perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan, PT TrimegahBangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tidak henti-hentinya untuk terus mendukung pengembangankualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia denganmenggelar program Peningkatan Keahlian dan KeterampilanPemuda (PELITA). Selasa 10, September 2014.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) BidangPendidikan Harita Nickel ini digelar pada Senin (2/9), di VIP Cafe Activity Centre PT HPL, Pulau Obi. Berbeda dariPELITA Batch I yang meluluskan 14 Operator Loader dariwilayah operasi perusahaan, program PELITA Batch II meluluskan 28 pemuda asli Halmahera Selatan dengankemampuan mengoperasikan Overhead Crane berlisensi SIO kelas 1. Lisensi tersebut diperoleh langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI melalui pihak ketiga.
28 peserta PELITA Batch II mengikuti rangkaian aktivitaspelatihan selama 5 bulan, meliputi Bimbingan Mental dan Disiplin (Bintalsip), In class Training dengan materipengetahuan komponen P2H serta pengoperasian unit overhead crane sesuai SOP perusahaan selama 24 JPL, dan praktik pengoperasian unit overhead crane dengan berbagaitahapan pengenalan terhadap unit.
Community Development Superintendent Harita Nickel, SuryoAji mengatakan, program PELITA merupakan komitmenperusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersamamasyarakat, baik dari aspek sosial maupun keberlanjutanbisnis perusahaan, khususnya pemenuhan kebutuhan tenagakerja lokal.
“Kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan memilikikeahlian keterampilan akan sangat dibutuhkan di masa mendatang. Sehingga mulai dari sekarang Harita Nickel akanterus berupaya meningkatkan kapasitas SDM lokal yang ada, khususnya anak-anak di sekitar kita, agar mereka bisa menjaditenaga kerja yang siap pakai,” ucap Suryo Aji.
Suryo Aji menambahkan, Program PELITA Batch II telahmenghasilkan lulusan berkualitas siap kerja. Sebab, 28 pesertaitu mendapat uji sertifikasi dan dinyatakan lulus oleh provider sertifikasi SIO kelas 1, PT Herosafe Erabaru Optima. “28 peserta itu dinyatakan lulus dan layak mengoperasikanOverhead Crane klasifikasi SIO kelas 1,” tambah Suryo Aji.
Dirinya berharap, program PELITA dapat terus berjalansampai Batch III, IV, dan seterusnya, dengan temaketerampilan yang lebih beragam. Pada Batch III nanti, Harita Nickel akan menyasar peserta dari kelompok perempuansehingga menjadi hal baru dan diferensiasi dari batch sebelumnya.
Kegiatan PELITA Batch II sendiri mendapat respon positifdari berbagai pihak yang terlibat sebagai partisipan. Sepertiorang tua atau wali Operator atau peserta PELITA dan juga dari pihak Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) KabupatenHalmahera Selatan.
Di kesempatan itu, orang tua dari peserta Pelita Batch II, Ode Surandi, menyampaikan program PELITA merupakan momenyang membuat dirinya bangga. Sebab, melalui program tersebut anaknya memperoleh peningkatan keterampilan. “Anak saya sebelumnya hanya crew, dengan pelatihan inianak saya sudah meningkat menjadi operator. Saya sangat senang dan bangga,” ucap Ode Surandi.
Sama halnya dengan Ode Surandi, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Disnakerstrans Halsel, Ladama La Sabadu, juga mengapresiasi digelarnya program PELITA baik batch I maupun batch II. Program inimenurutnya, telah mengembangkan keterampilan pemuda Halsel dengan sangat baik.
“Program PELITA menjadi wadah yang sangat baik bagipemuda di Halsel untuk dapat meningkatkan skill terampilsehingga dapat mendukung kebutuhan SDM perusahaan,” ucapnya sembari berharap agar program PELITA dapat terusberlanjut dan menghasilkan lulusan berkualitas siap dipakaidalam dunia kerja. (**)
















