RAJA AMPAT, SibelaNews.id – Sejumlah Warga kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, belakangan ini di kejutkan dengan beredarnya ratusan ribu uang yang diduga uang palsu yang beradar
Beredarnya uang palsu telah ditemukan di salah satu kios yang terletak di jalan arah toko Surya Kota Waisai dan tempat pengiriman uang (agen BRI Link) tepat di depan warung makan Prasmanan.
Lausu (50) salah satu pedagang dan juga korban penipuan saat ditemui beberapa awak media ini pada, Kamis (06/08/2020) membenarkan hal itu. “pada hari Rabu (05/08) kemarin sekitar jam 11.00 Wit saat itu kios miliknya di jaga oleh anak laki-lakinya yang berusia sekitar 13 tahun, saat itu didatangi orang tak dikenal untuk belanja”, ucapnya Lausu
Hal ini diketahui saat dirinya mengumpulkan uang hasil belanja untuk dihitung, kemudian dia (Lausu-red ) terkejut karena ternyata dari sejumah uang yang ada terdapat pecahan seratus ribu rupiah yang berbeda. “Pada saat saya tutup kios dan mau hitung uang, ternyata ada yang beda. Setelah saya cocokkan dengan uang yang lain ternyata beda”, tuturnya
Terpisah hal serupa juga menimpa Dermon Sauyai salah satu warga yang juga agen BRI Link, tepat di depan warung makan prasman Kota Waisai, pada hari selasa, (04/8/2020). Diceritakan, pada hari Selasa sekitar jam 5 sore, ada dua orang yang datang ke tempat usahanya untuk melakukan mengirim uang dengan jumlah Rp. 500 (Lima Ratus Ribu Rupiah) yang terdiri dari pecahan seratus ribu sebanyak lima lembar. Namun 3 lembar uang asli dan 2 lembar uang diduga palsu.
Pada saat mereka datang, ponakan Dermon yang berusia sekitar 15 tahun yang menjaga. “Saat itu keponakan saya sempat bertanya kepada ke dua pelaku terkait 2 lembar uang yang berbeda dengan uang lainnya, karena terdapat dua lembar dari uang yang akan dikirim itu berbeda. Namun dua oknum tersebut mengatakan itu adalah uang baru”, kisahnya
Lanjutnya, Seusai transaksi lalu mereka pergi meninggalkan tempat pengiriman uang tersebut. Berselang beberapa saat baru diketahui oleh Dermon bahwa ternyata dari uang itu terdapat dua lembar yang berbeda atau diduga palsu.
“Kita sempat mengejar tapi tidak ketemu. Memang nominalnya kecil, tapi ini adalah kasus penipuan yang sangat serius”, ucap Dermon.
Dengan kejadian tersebut, Dermon berharap kepada pihak kepolisian harus begerak cepat untuk mengatasi kasus ini agar tidak sampai merebak di Kota Waisai.(Rijali/red)
















