HALSEL – Angka stunting di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, mengalami penurunan signifikan sebesar 4 persen pada periode Januari–Maret 2025. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024, angka stunting di Halsel tercatat sebesar 30,1 persen, dan kini turun menjadi sekitar 26,1 persen.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Halsel, Karima Nasaruddin, menyampaikan bahwa tren penurunan ini menjadi bukti nyata dari sinergi dan intervensi lintas sektor yang terus digalakkan di daerah.
“Pada Maret ini, itu turun 4 persen,” ujar Karima saat diwawancarai, Kamis (15/5/2025).
Ia menyebut, tren penurunan kasus stunting di Halsel terus membaik dari tahun ke tahun. Bahkan, Karima optimis angka tersebut dapat ditekan hingga mencapai 0 persen di masa mendatang.
Salah satu upaya yang terus digalakkan DP3AKB Halsel adalah pelaksanaan program Tribina, yang meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Program ini menyasar seluruh siklus kehidupan keluarga untuk memperkuat ketahanan dan kualitas tumbuh kembang anak.
“Tribina bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta anggota keluarga dalam membina tumbuh kembang anak, baik secara fisik, motorik, emosional, maupun sosial ekonomi,” jelas Karima.
Ia menambahkan, pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja, bukan hanya saat anak lahir. “Makanya dalam Tribina ada bina keluarga remaja, karena remaja adalah kelompok yang punya peran penting dalam melahirkan generasi sehat di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Tribina juga menyasar kelompok lansia melalui BKL, yang bertujuan menciptakan masa usia lanjut yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami berharap program Tribina dapat menurunkan angka stunting dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia di Halsel,” tutup Karima.
















