HALSEL, MALUKU UTARA – Baru 10 hari pasca pemberhentian sementara aktivitas tambang batu Bacan di Desa Doko, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dampak penutupan tambang milik Haji Darwis mulai dirasakan masyarakat setempat.
Sejak aktivitas tambang dihentikan pada 29 Desember 2025, keluhan datang dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang kecil, pekerja tambang, hingga warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi di sekitar lokasi tambang.
Sejumlah pemilik warung di Desa Doko mengaku omzet penjualan mereka menurun drastis. Warung yang sebelumnya ramai pembeli kini nyaris sepi.
“Alhamdulillah sebelumnya jualan kami ramai, selalu ada pembeli. Tapi sejak lobang milik Haji Darwis ditutup, benar-benar sepi, hampir tidak ada yang belanja,” ungkap salah satu warga Desa Doko saat ditemui media sibelanews.id, Kamis (9/1/2026).
Warga berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi agar kondisi ekonomi masyarakat kecil tidak semakin terpuruk.
“Dampaknya bukan hanya ke warung, tapi banyak sekali masyarakat yang terkena akibat dari penutupan tambang batu Bacan ini,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Dani, warga Desa Doko yang sehari-hari bekerja sebagai penambang di lokasi tersebut. Ia mengaku kehilangan sumber penghasilan sejak aktivitas tambang dihentikan.
“Hari ini bagi kami adalah luka, karena kami tidak bisa lagi menopang kebutuhan keluarga. Ini dapur kami untuk mencari nafkah,” tuturnya.
Menurut Dani, penutupan tambang berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan hidup, termasuk biaya sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Dengan kondisi seperti ini, kebutuhan sehari-hari tidak bisa terpenuhi. Kami punya tanggungan keluarga. Kalau seperti begini, apakah pemerintah atau pihak swasta bisa menjamin kebutuhan kami?” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat kondisi masih normal, dirinya masih bisa membawa pulang penghasilan untuk keluarganya. Namun sejak penutupan lobang tambang milik Haji Darwis, tidak ada pemasukan sama sekali.
“Sudah 10 hari sejak penutupan, tidak ada pemasukan sama sekali, nol,” katanya dengan nada lirih.
Dani dan warga lainnya berharap Gubernur Maluku Utara serta Bupati Halmahera Selatan segera memberikan solusi agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
“Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah segera menyelesaikan masalah ini. Tolong kasihi kami dan rekan-rekan yang terdampak,” pungkasnya. (red/tim)
















