HALSEL, sibelanews.id – Terkait isu yang menyebar di masyarakat Desa Tomori, soal pengelolaan anggaran desa, Kades Tomori, Usman Hamza saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya pada Rabu (27/09/2023), menyampaikan bahwa ada kelompok yang melakukan demonstrasi, yang menuntut Kepala Desa untuk melakukan transparansi pengelolaan anggaran, salah satunya terkait anggaran kepemudaan.
“Demonstrasi kemarin itu dilakukan oleh satu orang, dan aksi semacam itu sudah biasa kami terima sebagai kepala Desa, kami senang karena hal tersebut menjadi bukti masih adanya kepedulian masyarakat untuk mengontrol jalannya pemerintahan yang kami pimpin, ini merupakan bagian dari dinamika”,ucapnya.
Kades menyebut, untuk dana pemuda tersebut memang belum ada realisasi, akan tetapi masih ada kesempatan hingga akhir tahun untuk merealisasikan alokasi anggaran kepemudaan ini. Sementara, untuk gaji dan lain-lain sudah diselesaikan secara tuntas.
Kades juga menjelaskan, “Sampai saat ini, struktur organisasi kepemudaan Desa Tomori belum dibentuk, sementara untuk mengalokasi anggaran kepemudaan ini dibutuhkan landasan yang jelas, sehingga dapat dipertanggungjawabkan, salah satunya adalah dengan dikeluarkannya SK Kepengurusan, sehingga ketika ada pemeriksaan, kita punya bukti jelas kemana anggaran ini dialokasikan”.
“Hasil pemeriksaan dari Inspektorat Provinsi Maluku Utara, Desa Tomori aman dan tidak ada masalah, pengelolaan anggaran untuk tahun 2023 dari tahap I sampai tahap II tidak ada masalah”, ujarnya.
Kades berpesan, “Saya berharap, masyarakat tidak perlu menanggapi isu-isu miring yang beredar di luar, karena sejauh ini dari hasil pemeriksaan oleh Inspektorat Maluku Utara, tidak ada masalah dalam pengelolaan anggaran dana Desa Tomori tahap I dan II di tahun 2023”, sambungnya.
Kades Tomori juga meminta kepada pemuda desa Tomori untuk segera membentuk organisasi kepemudaan, sehingga anggaran pemuda yang ada pun dapat segera direalisasikan. (Red/alif)
Redaksi: Ahmad Ali Fikri Salim
















