HALSEL, MALUKU UTARA – Penutupan aktivitas tambang Batu Bacan milik Haji Darwis di Desa Doko, Kecamatan Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, mulai menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan warga.
Mayoritas masyarakat Desa Doko yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan kini mengaku kehilangan sumber penghasilan, terlebih menjelang Bulan Suci Ramadan. Kondisi tersebut memaksa warga mencari alternatif pekerjaan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rid, salah satu warga Desa Doko, mengungkapkan bahwa keberadaan tambang Batu Bacan milik Haji Darwis selama ini sangat membantu perekonomian masyarakat setempat.
“Begitu lubang ditutup, dampaknya langsung kami rasakan. Apalagi ini sudah mau menjelang puasa. Kami memohon kepada Bapak Kapolda Maluku Utara agar membuka kembali tambang di tempat kami,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Rahmawati. Ia menuturkan bahwa penutupan tambang berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami sebagai ibu-ibu sangat merasa kehilangan mata pencaharian. Bahkan sering terjadi pertengkaran di rumah karena suami kami tidak tahu lagi harus mencari nafkah di mana,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Rahmawati berharap keluhan masyarakat dapat didengar oleh pihak kepolisian maupun pemerintah daerah agar aktivitas pertambangan bisa segera dibuka kembali.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Doko menegaskan bahwa penutupan lubang tambang milik Haji Darwis tidak hanya berdampak pada para penambang, tetapi juga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
“Pedagang warung dan usaha kecil lainnya ikut terdampak. Perputaran ekonomi masyarakat menjadi terhambat,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Desa Doko menyambut positif keberadaan tambang Batu Bacan milik Haji Darwis karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun para pedagang.
“Tambang ini membawa efek berantai bagi perekonomian warga, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga meningkatnya perputaran ekonomi lokal,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat membuka kembali lubang tambang tersebut secara permanen dengan pengelolaan yang baik dan berpihak pada masyarakat.
Masyarakat Desa Doko meyakini bahwa melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga, pertambangan Batu Bacan di wilayah tersebut dapat menjadi berkah serta mendorong kemajuan ekonomi masyarakat di Kasiruta Barat dan sekitarnya. (Red/Tim)
















