Makan Gaji Buta, Dokter di Morotai Diduga Hanya Bekerja Dua Jam Sehari

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

MOROTAI, MALUKU UTARA – Seorang dokter umum berinisial dr. DB yang bertugas di Puskesmas Morodadi, Desa Dehegila, Kabupaten Pulau Morotai, diduga tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya. Ia disebut hanya bekerja sekitar dua jam setiap hari.

Dugaan tersebut disampaikan oleh salah satu petugas Puskesmas Morodadi yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan, perilaku tersebut sudah berlangsung cukup lama dan bahkan berulang kali mendapat teguran dari kepala puskesmas.

“Sudah sering ditegur oleh kapus karena tidak ikut apel. Datang jam sembilan pagi, jam sebelas sudah pulang dan tidak kembali lagi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Tak hanya itu, sejak libur Lebaran, dokter tersebut disebut jarang masuk kerja dengan alasan sakit. Namun, sumber tersebut mengklaim aktivitas di media sosial menunjukkan hal berbeda.

“Alasannya sakit, tapi kalau dilihat dari story, justru sedang liburan di tempat wisata,” katanya.

Selain soal kehadiran, dr. DB juga diduga tidak maksimal dalam pelayanan administrasi pasien. Saat kondisi puskesmas ramai, ia disebut tidak melakukan input data pasien dan justru menyerahkannya kepada perawat.

“Kalau pasien ramai, dia tidak input data, malah suruh perawat yang di depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menuding adanya sikap yang dinilai tidak profesional terhadap pasien. Dokter tersebut disebut kerap marah bahkan membentak pasien saat memberikan pelayanan.

“Sering marah-marah, bahkan bentak pasien. Kerjanya cuma dua jam per hari, tapi sering izin,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Morodadi, Muhammad Sukri Samaun, saat dikonfirmasi memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa ketidakhadiran dokter tersebut pernah terjadi, namun bukan dalam waktu dekat.

“Untuk tahun 2026 tidak ada. Kalau 2025, awal Januari sekitar satu minggu, dan itu sudah izin serta dikonfirmasi ke saya,” jelasnya.

Baca Juga :  Desa Silang Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Maluku Utara, Harumkan Nama Halmahera Selatan

Ia menambahkan bahwa izin tersebut berkaitan dengan keperluan tertentu, termasuk proses perpanjangan kontrak kerja dokter yang bersangkutan. (tim)

Berita Terkait

Yudhi Eka Prasetia Raih Predikat Terbaik II PKA Angkatan I 2026, Siap Jadi Agen Perubahan di Halsel
Disperindagkop Halsel Sidak Pasar, Siapkan Penataan Distribusi Demi Lindungi Petani Lokal
Dinas Pendidikan Halsel Juara 1 PKA Angkatan I, Inovasi “Gerak Epid” Raih Apresiasi Tertinggi
Desa Silang Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Maluku Utara, Harumkan Nama Halmahera Selatan
Bupati Bassam Lepas 40 Alumni PKA Angkatan I 2026, Tegaskan SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Halmahera Selatan
SIAGA SATU Tembus Panggung Nasional, Fadjri Kambey Paparkan Inovasi Penanganan Kemiskinan Terpadu Halsel di PKN II LAN RI
Jelang Mubes II, IKB Bobawa Maluku Utara Matangkan Persiapan, Ardian Ludin Ajak Warga Perkuat Persatuan
PWI Halsel Resmi Laporkan Pengelola Kusu Island Resort ke Polisi, Minta Dugaan Penghalangan Tugas Jurnalistik Diusut

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:16 WITA

Yudhi Eka Prasetia Raih Predikat Terbaik II PKA Angkatan I 2026, Siap Jadi Agen Perubahan di Halsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:07 WITA

Disperindagkop Halsel Sidak Pasar, Siapkan Penataan Distribusi Demi Lindungi Petani Lokal

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:05 WITA

Dinas Pendidikan Halsel Juara 1 PKA Angkatan I, Inovasi “Gerak Epid” Raih Apresiasi Tertinggi

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:10 WITA

Desa Silang Raih Juara I Jamsostek Award 2026 Maluku Utara, Harumkan Nama Halmahera Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:40 WITA

Bupati Bassam Lepas 40 Alumni PKA Angkatan I 2026, Tegaskan SDM Berkualitas Kunci Kemajuan Halmahera Selatan

Berita Terbaru