HALSEL, sibelanews.id – Ketua fraksi PKS DPRD Halsel menginstrupsi terkait dengan jawaban Pemda, panyampaian fraksi PKS yang belum memuaskan, soal di poin kenaikan harga BBM bersubsidi dan kelangkaan BBM, baginya pemda Kabupaten Halmahera Selatan harus lebih memperhatikan aspirasi petani dan nelayan yang saat ini susah mendapatkan BBM bersubsidi, hal tersebut di sampaikan oleh ketua fraksi PKS Hj. Salma Samad dalam paripurna, Kamis (29/09/2022) kemarin.
Dalam pantauan media ini, ketua fraksi PKS itu berawal dari instupsi kepada pimpinan dewan, ketua fraksi PKS mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangannya, dengan tegas politisi perempuan dari PKS itu menyampaikan bahwa sudah dua kali pandangan fraksi PKS di ulang, dari perubahan APBD 2023, jawabannya tidak memuaskan.
“Bagi fraksi PKS kami merasa dengan kenaikan BBM bersubsidi ini menjadi pukulan keras bagi masyarakat kecil, para petani dan nelayan, mereka membutuhkan BBM yang subsidi, boro-boro mereka mendapatkan yang subsidi, mencari yang non subsidi juga sangat langkah. Untuk itu fraksi PKS berharap pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan rekomendasi atau apa bentuknya, yang bisa di pergunakan untuk membantu masyarakat kecil mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga meringankan beban petani dan nelayan yang mencari hidup”,ucapnya.

Ketua fraksi PKS juga menyampaikan bahwa, petani dan nelayan mengambil BBM di SPBU memakai gen, tidak akan dilayani, apakah mereka harus membawah alat-alat pertanian atau nelayan di SPBU.? Sedangkan teklain pemerintah pusat “petani harus maju, mandiri, moderen. Kata Hj. Salma, dalam produksi, mereka mendapatkan hasil yang sedikit karena para petani dan nelayan sudah terlanjur usia, merekat tidak bisa lagi kerja kerasa dengan fisik.
Pemerintah harus buka mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan aspirasi mereka. Kami tegaskan melalui Fraksi PKS ini bahwa Pemda Halsel merekomendasikan untuk di sampaikan ke pemerintah pusat, terkait kenaikan harga BBM bersubsidi dan kelangkaan BBM. Kami dari fraksi PKS betul-betul, sangat empati, terhadap petani dan nelayan yang saat ini kesusahan. Bedah dengan ASN atau anggota DPR, tidak terasa dampaknya karena setiap bulan mendapatkan gaji, tetapi masyarakat biasa mereka harus bekerja, dan bekerja itu butuh BBM”,tegasnya.
Politisi perempuan dari PKS itu sampaikan gagasanya dengan suara sedih bahwa nelayan tidak bisa mencari ikan karena tidak ada BBM, kalau tidak kerja mereka tidak bisa makan, tidak bisa membiayai anak dan keluargaanya. Kata Ibu Hj, Kemarin ada yang menyediakan BBM khusus untuk nelayan di Desa Panambuang, tetapi tidak sampai lama langsung habis. (Red)
Penulis: Alif
















