MOROTAI, sibelanews.id – Salah seorang sub agen di Kecamatan Pulau Rao, Pulau Morotai, Steven diduga kuat selundupkan 60 ton BBM subsidi jenis Minyak tanah milik Desa Saminyamau Kecamatan Pulau Rao.
Dugaan penyeludupan BBM milik masyarakat tersebut lantaran selama Dua Tahun sejak tahun 2022 hingga 2023, Steven tidak pernah melakukan distribusi BBM kepada mereka.
Berdasarkan data yang dikantongi awak media, jatah minyak tanah enam desa di Kecamatan Pulau Rao masing masing mendapatkan 2,5 ton perbulan termasuk Desa Saminyamau. Namun, sejak dua tahun ini, masyarakat tidak pernah menikmati subsidi dari pemerintah tersebut.
“Torang so bertahun tahun tidak pernah nikmati BBM bersubsidi, padahal sub agennya itu orang Pulau Rao bernama Steven, kalau di hitung jatah desa 2,5 ton perbulan maka dikalikan selama 24 bulan maka ada 60 ton BBM Mita yang tidak diberikan ke Saminyamau,” Ucap salah seorang warga Saminyamau yang namanya enggan disebutkan oleh awak media, Selasa (31/10/2023).
Menurutnya, BBM bersubsidi itu berbeda dengan non subsidi, karena subsidi itu bantuan dari pemerintah yang harus disalurkan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Jika ini ada dugaan indikasi Pidana, harusnya polisi dan Jaksa segera usut kasus ini, karena masalah BBM itu punya undang undang tersendiri dan itu bisa pidana,” katanya.
Sementara hal yang sama juga diungkapkan oleh Kades Saminyamau Mangamis Tarumere, bahwa BBM Mita selama 2022 hingga 2023 tidak masuk di desanya.
“Kosong, sudah satu tahun lebih ini, pokonya selama 2022 kosong, dan 2023 itu sampai hari ini tidak masuk itu minyak tanah, biasanya di ambil di posi-posi, tapi dia pe agen di Epen (Steven) Leo-leo, tapi dia menghilang sampe hari ini kita tidak tahu jejaknya kemana,”ungkapnya.
Ditanya kebutuhan minyak tanah di ambil dari mana, ia mengaku dibeli di enceran dengan harga yang mahal.
“Di sini dong beli-beli eceran, atau dong pigi Daruba baru beli di sana, kalau jual enceran di sini per liter 12 ribu,”tambahnya sembari mengatakan bahwa Saminyamau ini seperti anak tiri karena tidak menikmati minyak tanah subsidi,” tandasnya (Red/Tim).
















