HALSEL, SibelaNews.id – Ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Halmahera Selatan bersama dengan masyarakat Desa Wooi menolak tambang pasir besi yang bertempat di Desa Wooi, Kecamatan Obi timur, Kabupaten Halmahera Sslatan.
Tambang pasir besi yang akan di usahakan pihak korporasi di desa Wooi, mendapat penolakan yang keras dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Halsel dan Masyarakat.
Ketua PMII Halmahera Selatan Muhammad Afandi Asri dalam rilisanya yang kirimkan media ini, Rabu (02/11/2021) mengatakan bahwa kita akan tetap bersama sama Masyarakat Desa Woi yang menolak dan mengusir adanya Investor Asing atau PT Siluman tersebut, karena tambang tersebut akan merusak ekosistem dan lingkungan kehidupan masyarakat.
“Apabila tambang pasir besi beraktivitas di Desa ini, kami yakin akan merusak ekosistem laut, sehingga akan menganggu masyarakat nelayan yang mencari nafkah, kami bersama masyarakat Wooi menolak dengan keras” ungkapnya
Sejauh ini masyarakat juga belum tau nama PT tersebut. Sepanjangan kunjungan investor pihak masyarakat langsung mengusir. Jika dipaksakan untuk bertambang maka kita akan melakukan hal yang lebih ekstrim lagi.
“Jangan sekali kali mencoba memaksakan masyarakat dan Pemerintah Desa Woi menyetujui Pertambangan Ilegal tersebut, jika tidak, akan melahirkan konflik sosial di Desa” ucapnya dengan nada yang tinggi
Sudah saatnya Masyarakat dan Pemerintah Desa berkomitmen tidak menerima PT silmuman Tersebut, hal ini dikarenakan akan menghancurkan masa depan Anak Cucu Desa Woi.
“Kami organisasi PMII tetap berada dibelakang Masyarakat Desa Wooi” tuturnya (alif/red)
















