MOROTAI, MALUKU UTARA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memprioritaskan bantuan lima unit mobil ambulans serta pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kemenkes terkait pengadaan ambulans dan pembangunan Pustu di sejumlah desa.
“Kami sudah ke Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu untuk membicarakan pengadaan mobil ambulans dan pembangunan Pustu di tiga desa,” ujar Diana kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, Diana mengaku belum mengetahui secara pasti waktu realisasi bantuan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa usulan Pemda Morotai telah diakomodir dan masuk dalam prioritas Kemenkes.
“Untuk waktu realisasi memang belum bisa dipastikan, tetapi yang jelas permintaan itu sudah ada dan menjadi prioritas Kemenkes,” katanya.
Menurut Diana, bantuan lima unit mobil ambulans tersebut telah disampaikan secara langsung saat kunjungan Wakil Presiden RI ke Pulau Morotai. Saat itu, Pemda Morotai turut menyampaikan sejumlah catatan penting, termasuk kebutuhan peningkatan fasilitas rumah sakit dan ambulans.
“Permintaan lima unit ambulans itu sudah kami sampaikan, dan telah menjadi prioritas Kemenkes,” jelasnya.
Selain ambulans, Kemenkes juga memprioritaskan pembangunan Pustu di tiga desa, yakni Pustu Joubela, Pustu Galo-Galo, dan Pustu Sangowo.
“Kami juga sudah mengajukan pembangunan Pustu di tiga desa tersebut dan itu masuk dalam prioritas tahun ini,” tambah Diana.
Ia berharap seluruh permintaan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026, mengingat kondisi geografis dan infrastruktur jalan di Pulau Morotai yang masih terbatas.
“Kami mengusulkan ambulans jenis double gardan karena kondisi jalan di Morotai masih banyak yang sulit dilalui,” paparnya.
Tak hanya itu, Pemda Morotai juga mengusulkan pengadaan speedboat ambulans untuk mendukung rujukan pasien melalui jalur laut, khususnya ke Tobelo.
“Saat kunjungan Wapres, kami juga menyampaikan kepada Sespri Wapres terkait kebutuhan speedboat ambulans agar biaya transportasi laut untuk rujukan pasien bisa ditekan,” jelasnya.
Meski telah menjadi prioritas, Diana menegaskan bahwa seluruh bantuan tersebut masih menunggu keputusan dan realisasi dari Kementerian Kesehatan, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Jika tidak terdampak efisiensi anggaran, maka pengadaan ambulans bisa direalisasikan tahun ini. Saat ini masih menunggu evaluasi dari pusat,” pungkasnya. (tim)
Editor : alif
















