HALSEL, MALUKU UTARA – Puskesmas Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan pasien meski dihadapkan pada akses jalan terputus dan cuaca ekstrem. Kepala Puskesmas Yaba, Masni Ayub, turun langsung memimpin proses rujukan pasien darurat ke RSUD Labuha pada Minggu (25/1/2026).
Kondisi darurat ini terjadi akibat rusaknya akses jalan utama Yaba–Sayoang yang kerap terdampak banjir saat cuaca ekstrem. Jalur laut pun tidak dapat dilalui karena cuaca yang tidak bersahabat, sehingga proses rujukan dilakukan dengan berbagai penyesuaian di lapangan.
Saat dikonfirmasi media ini, Kapus Yaba Masni Ayub mengungkapkan bahwa pihaknya menghadapi kesulitan besar dalam proses rujukan pasien.
“Kami kesulitan saat merujuk pasien. Lewat jalur laut cuaca tidak memungkinkan, sementara jalur darat akses jalan terputus. Akhirnya tenaga kesehatan dan pasien harus berjalan kaki sampai ke titik yang masih bisa dijangkau kendaraan penjemput,” jelasnya.
Meski demikian, proses rujukan tetap berjalan lancar. Pasien diberangkatkan dari Puskesmas Yaba sekitar pukul 13.30 WIT dan tiba di RSUD Labuha pada pukul 16.00 WIT dalam kondisi terpantau.
Prosedur rujukan dilakukan sesuai standar kedaruratan, mulai dari stabilisasi kondisi pasien, persetujuan keluarga, hingga pengaturan transportasi darurat yang disesuaikan dengan kondisi ekstrem di lapangan. Dinas Kesehatan setempat juga telah mengimbau seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pelayanan selama cuaca buruk.

Terpisah, pihak keluarga pasien, Windi Nita, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kapus Yaba Masni Ayub dan seluruh tenaga medis Puskesmas Yaba.
Keluarga pasien merasa sangat terbantu karena Kapus Yaba turun langsung ke lapangan memimpin proses evakuasi, menunjukkan empati dan tanggung jawab tinggi meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan cuaca ekstrem.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan perjuangan para tenaga medis. Walaupun jalan terputus dan kondisi sulit, mereka tetap mengupayakan agar pasien segera mendapatkan penanganan lanjutan,” ungkap pihak keluarga.
Meskipun sarana transportasi medis terhambat akibat kerusakan jalan yang cukup parah, Puskesmas Yaba tetap berupaya melakukan rujukan dengan langkah-langkah kreatif dan darurat demi keselamatan pasien.
Sikap responsif, kepemimpinan langsung di lapangan, serta komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dan keluarga pasien selama masa kritis menjadi faktor utama munculnya apresiasi dari pihak keluarga.
Apresiasi ini menjadi catatan positif di tengah berbagai keluhan masyarakat Halmahera Selatan terkait kondisi infrastruktur jalan yang kerap menghambat akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. (tim)
Editor : alif
















