HALSEL – Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program rehabilitasi dan peningkatan fasilitas umum di Kawasan Transmigrasi Lalubi, Kecamatan Gane Timur, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubedi, SH., LL.M, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan pada Sabtu (22/11/2025).
Peninjauan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga agar seluruh kegiatan pembangunan di kawasan transmigrasi berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi waktu penyelesaian maupun mutu pekerjaan.
Dalam keterangannya, Dr. Daud menegaskan pentingnya menjaga kualitas seluruh item pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, pekerjaan di lapangan dapat diselesaikan tepat waktu dan kualitasnya harus benar-benar dijaga. Fasilitas umum ini diperuntukkan bagi masyarakat transmigrasi sehingga harus memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya saat meninjau sejumlah titik pekerjaan.
Lebih lanjut, Daud menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi dan peningkatan fasilitas umum tersebut merupakan bagian dari upaya Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan dalam meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat transmigrasi, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Gane Timur.
Kadis juga berharap koordinasi antara PPK, pelaksana, pengawas, dan aparat desa terus terjaga sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi tanpa menghambat progres pekerjaan.
Dengan adanya monitoring langsung, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan optimis seluruh program di Kawasan Transmigrasi Lalubi dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
⸻
Warga Sambut Baik Kehadiran Pemda
Secara terpisah, salah satu warga transmigrasi Lalubi SP 1A, Budianto, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai program pembangunan yang saat ini direalisasikan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang selama ini belum dirasakan.
Menurutnya, sejumlah infrastruktur yang sudah diwujudkan, seperti pembangunan jalan poros utama sepanjang 2.200 meter, toilet sekolah di SDN 237 Halsel, serta fasilitas Sistem Air Bersih (SAB), sangat membantu aktivitas warga.
“Dulu kami ketika bepergian ke desa tetangga harus memakan waktu hingga dua jam perjalanan. Namun dengan adanya pembangunan jalan oleh pemerintah daerah, sekarang waktu tempuh hanya sekitar lima menit,” tutur Budianto. (red)
(alif)
















