HALSEL – Suatu kehormatan besar, dalam agenda Penjemputan istri Bassam Kasuba, Rifa’at Al Shadat, dengan cara adat di Desa Boso, Kecamatan Gene Barat Utara, pada agenda kampanye Senin, 7 Oktober 2024, merupakan momen yang sangat berkesan.
Tradisi yang digunakan oleh masyarakat Tobelo-Galela ini, di mana menantu perempuan digendong saat pertama kali kembali ke kampung halaman, menunjukkan penghormatan dan penerimaan masyarakat terhadap sosok Rifa’at sebagai bagian dari keluarga besar mereka.
Proses penjemputan yang diawali dengan tarian cakalele semakin mempertegas nilai tradisi dan kekeluargaan dalam acara tersebut. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika mama-mama Boso mengangkat Rifa’at sembari mengucapkan, “Dudu di tong pe atas tangan, bapegang dibahu bae-bae, lah tong angka ibu,” sambil mengantarkannya ke tempat yang telah disiapkan. Sorak-sorai masyarakat yang menyebutnya sebagai “Moyoka” (anak mantu) menambah kemeriahan.
Ny, Rifa’at Al Sa’adah Bassam menyampaikan rasa terhormat dan harunya karena dianggap sebagai bagian dari masyarakat Boso, menyebut dirinya sebagai “Togale manyawa” (orang Togale).
“Saya juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekeluargaan yang erat, serta berpesan agar tidak ada yang merusak hubungan tersebut demi kepentingan sesaat”,ujarnya.
Momen ini mencerminkan betapa kuatnya budaya dan nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat setempat, sekaligus memperlihatkan bagaimana kampanye politik dapat berjalan dengan cara yang kultural dan penuh makna.(alif)
















