TERNATE – Hasan Ali Bassam Kasuba, Bupati Halmahera Selatan yang juga politisi muda dari PKS, dikenal sebagai sosok pemimpin moderat yang mampu mempersatukan berbagai kalangan di tengah-tengah demokrasi di Halmahera Selatan yang rural dan beragam agama dan etnis.
Meskipun baru menjabat selama 9 bulan terakhir, sosoknya terlihat dari spirit kepemimpinannya dan kebijakan-kebijakannya yang cenderung moderat dan terbuka. Dalam belajar dari ayahnya, Dr. H. Muhammad Kasuba, MA, yang membuka isolasi politik bagi warga Togale, baik muslim maupun kristiani, Bupati Bassam terus menguatkan ideologi kebijakan moderat.
Para warga muslim dan kristiani di wilayah tersebut merasa sangat terbantu dan terwakili dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Bassam. Diantaranya, kebijakan lintas agama yang diaplikasikan oleh pemerintahanannya.
Pada suatu acara di Labuha, Bupati Bassam meresmikan pentahbisan Pastori Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) yang terletak di Klasis Pulau-Pulau Bacan. Kebijakan yang dilakukannya sebagai tindakan inklusif ini menunjukkan bahwa Bassam merupakan wakil rakyat yang memastikan hak dan kewajiban setiap agama di wilayahnya terjaga dan terwakili.
Bupati Bassam terus mengambil tindakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderat dan keterbukaan dalam memimpin wilayahnya. Pemimpin yang moderat adalah pemimpin yang dapat memperkuat persatuan dan kesatuan warga dalam sebuah wilayah.
Dalam hal ini, Bupati Bassam terbukti mampu memperkuat persatuan antaragama dalam wilayah Halmahera Selatan. Kita perlu memberikan apresiasi pada tindakan-tindakan moderat yang dilakukannya tersebut, karena dapat membawa kebaikan dan manfaat bagi seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. (alif)
















