HALSEL, MALUKU UTARA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai membekali 446 warga dengan keterampilan kerja melalui sembilan jenis pelatihan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Program yang dimulai pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas peluang kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mendorong lahirnya pelaku usaha mandiri di Kabupaten Halmahera Selatan.
Kepala Disnakertrans Halsel, Dr. Daud Djubedi, SH., LL.M., mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar peserta memiliki keahlian praktis yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti sebatas pengetahuan selama pelatihan, tetapi dapat diterapkan untuk menciptakan sumber penghasilan baru dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Program ini menawarkan beragam bidang keterampilan yang disesuaikan dengan peluang usaha dan kebutuhan masyarakat. Di antaranya menjahit, pembuatan roti dan kue, tata rias dan kecantikan, servis sepeda motor, teknik pendingin atau air conditioner (AC), pembuatan furnitur berbasis High Pressure Laminate (HPL), serta budidaya hidroponik.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan berbagai usaha produktif, mulai dari jasa menjahit, bisnis kuliner, tata rias, bengkel sepeda motor, servis AC, hingga produksi dan penjualan sayuran hidroponik.
Peserta berasal dari Desa Kampung Makian, Tembal, Labuha, Panamboang, Tuwokona, dan Mandaong. Program ini juga melibatkan kelompok PKK, Persit, UNSAN, warga binaan Lapas Labuha, serta peserta dari pondok pesantren.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 25 Oktober 2026. Selama kegiatan, peserta akan mengikuti pembelajaran sesuai bidang keterampilan masing-masing dan berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sesuai skema serta ketentuan sertifikasi yang berlaku.
Daud berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini peserta memiliki keterampilan dan keberanian untuk memulai usaha atau meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan. Jadi, ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya kepada sibelanews.id, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan program pelatihan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan keterampilan setelah pelatihan berakhir.
Pemkab Halsel berharap program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas ketersediaan tenaga kerja terampil, serta mendorong masyarakat lebih produktif dalam memanfaatkan peluang ekonomi di daerah.
Dengan 446 warga yang mengikuti pelatihan, program ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka kesempatan kerja dan memperkuat usaha mandiri masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh keluarga dan lingkungan sekitar. (Slm)
Editor : Alif
















