TERNATE, MALUKU UTARA — Sebanyak 15 pemuda asal Pulau Obi mengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) melalui Program Pelita Batch 5 yang resmi dibuka di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Program ini menjadi upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar siap bersaing di dunia industri.
Pelatihan berlangsung selama 33 hari atau setara 280 jam pelajaran dengan materi berbasis kompetensi yang dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Halmahera Selatan, Kepala BPVP Ternate, serta jajaran CSR Harita Nickel.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Dr. Daud Djubedi, menegaskan bahwa kompetensi merupakan modal utama bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.
Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada sertifikat, tetapi benar-benar menguasai keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.
“Jangan hanya mengejar selembar kertas atau sertifikat, tetapi yang paling penting adalah skill, kemampuan, dan keahlian yang dimiliki. Karena kompetensi inilah yang akan menjadi tiket bagi adik-adik untuk masuk ke dunia kerja profesional,” ujar Daud.
Menurutnya, prospek kerja di bidang teknisi AC sangat menjanjikan. Sebagai contoh, BPVP Ternate memiliki sekitar 300 unit AC yang membutuhkan perawatan rutin oleh tenaga teknisi yang kompeten.
Ia menilai kebutuhan tersebut akan jauh lebih besar di perusahaan-perusahaan industri seperti Harita Nickel yang memiliki berbagai fasilitas operasional dengan jumlah unit AC lebih banyak.
“Bayangkan BPVP Ternate saja memiliki sekitar 300 unit AC, bagaimana dengan perusahaan besar seperti Harita Nickel yang memiliki fasilitas jauh lebih banyak. Ini menjadi peluang besar bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki,” katanya.
Daud berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal sehingga setelah menyelesaikan pelatihan mampu bekerja sebagai teknisi profesional, bergabung dengan perusahaan, menjadi vendor, maupun membuka jasa servis AC secara mandiri.
Ia juga menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh peserta, yakni menjaga semangat belajar, menjunjung tinggi disiplin, serta selalu mengutamakan keselamatan kerja selama mengikuti pelatihan.
“Semangat, disiplin, dan keselamatan kerja harus menjadi pegangan utama selama mengikuti pelatihan. Karena keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap dan tanggung jawab,” pesannya.
Melalui Program Pelita Batch 5, para pemuda Obi diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Maluku Utara. (Slm)
Editor : alif
















