HALSEL, MALUKU UTARA — Upaya menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terus menunjukkan progres positif. Tim dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia turun langsung ke lapangan untuk melakukan kroscek terhadap lahan hibah yang disiapkan pemerintah daerah sebagai lokasi pembangunan BLK.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026 ini menjadi tahapan krusial dalam proses perencanaan pembangunan. Verifikasi dilakukan guna memastikan kesiapan lahan, baik dari sisi legalitas maupun kondisi faktual di lapangan sebelum memasuki tahap konstruksi.
Dalam pelaksanaannya, tim Kemenaker RI didampingi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halsel. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses verifikasi berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Fokus utama kroscek adalah memastikan lahan hibah milik Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan benar-benar berstatus clean and clear, tidak dalam sengketa, serta tidak berada dalam penguasaan pihak lain.
Untuk memastikan hal tersebut, Disnakertrans Halsel juga melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Tuwokona. Pengecekan langsung di lapangan turut dilakukan guna memastikan tidak ada klaim kepemilikan dari pihak mana pun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Disnaker Halsel Djamil Yunus, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Erwin Dodengo, serta Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial La Dama yang ikut memantau jalannya proses verifikasi.
Kepala Disnaker Halsel, Dr. Daud Djubedi, menegaskan bahwa pembangunan BLK merupakan program strategis yang sangat dinantikan masyarakat. Menurutnya, BLK akan menjadi pusat pengembangan keterampilan bagi tenaga kerja lokal.
“Kroscek ini merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan BLK. Kita ingin semua aspek, baik administratif maupun faktual, benar-benar tuntas agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, kehadiran BLK di Halmahera Selatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain membuka peluang kerja baru, pembangunan BLK juga diyakini dapat menekan angka pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Hingga saat ini, proses kroscek masih terus berlangsung dan diharapkan segera rampung, sehingga tahapan pembangunan BLK dapat segera direalisasikan sesuai rencana pemerintah pusat. (Slm)
Editor : alif
















