HALSEL, MALUKU UTARA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat sebanyak 3.883 tenaga kerja asing (TKA) bekerja di wilayah Halmahera Selatan hingga Desember 2025.
Kepala Disnakertrans Halsel, Dr. Daud DJubedi, SH, LL.M, mengatakan ribuan TKA tersebut mayoritas berasal dari Tiongkok dan bekerja pada sejumlah perusahaan di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
“Data tenaga kerja asing di Halmahera Selatan per Desember 2025 tercatat sebanyak 3.883 orang, didominasi asal Tiongkok,” ujar Daud.
Menurutnya, sebagian besar TKA tersebut bekerja di kawasan industri PT Harita Group di Obi serta PT Wanatiara Persada (Holsagu).
“Yang paling banyak bekerja di PT Harita Group dan PT Wanatiara Persada Holsagu yang beroperasi di kawasan Obi. Sementara lima orang TKA asal Korea Selatan bekerja di PT Gelora Mandiri Membangun yang berada di wilayah Gane,” jelasnya.
Daud juga mengungkapkan bahwa jumlah TKA di Halmahera Selatan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor industri pertambangan nikel.
“Jika dilihat dari tahun ke tahun, jumlah TKA mengalami peningkatan. Mayoritas berasal dari Cina dan bekerja di industri pertambangan nikel,” tandasnya.
Disnakertrans Halmahera Selatan memastikan seluruh TKA yang bekerja telah mengantongi izin kerja dan izin keimigrasian yang sah, serta bekerja sesuai dengan batas waktu kontrak yang berlaku. (Red/Tim)
















